x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Bertengkar dengan Pasangan di Depan Anak, Ini Cara Perbaiki Keadaan


Bertengar-dengan-pasangan-di-depan-anak

Sumber: jenia.news.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dalam hubungan sebagai suami istri, pastinya pernah mengalami masa pasang surut. Ada kalanya saat muncul konflik dalam rumah tangga, sehingga menimbulkan emosi yang tidak terkendali.

Jika tidak melihat situasi, bertengkar dengan pasangan di depan anak bisa saja terjadi. Bila sudah demikian, ada cara memperbaiki keadaan supaya anak tidak mengalami trauma.

Cara Perbaiki Keadaan Jika Bertengkar dengan Pasangan di Depan Anak

Perdebatan awal yang dilakukan orang tua bisa jadi hanya adu argumentasi. Namun saat emosi sudah tidak terkendali, bisa jadi orang tua mulai saling berteriak menyalahkan hingga memaki. Tentu saja anak yang melihat kejadian tersebut bisa merasakan trauma yang mendalam.

Penelitian bahkan mengungkapkan, bahwa paparan amarah bisa menjadikan pola perilaku yang akhirnya memengaruhi cara bersosialisasi di masa depan, manajemen emosi dan juga harga diri.

Seorang psikolog keluarga bernama Shanna Donhauser mengungkapkan, bahwa anak-anak akan terus belajar dari lingkungan mereka tinggal. Terutama di hubungan utama mereka, yaitu bersama keluarga.

Walaupun begitu, konflik memang sulit untuk dihindari, tapi yang harus ditanamkan ialah bagaimana cara menghadapinya dengan baik.

Selain itu, Donhauser juga mengungkapkan bahwa ada tiga cara untuk membantu orangtua dalam mendampingi anak-anaknya yang trauma setelah menyaksikan pertengkaran orangtuanya.

Namun yang perlu diingat, bersikap seolah pertengkaran tidak pernah terjadi adalah salah satu kesalahan besar.

Pertengkaran yang terjadi pada orangtua bisa meninggalkan luka, rasa takut dan tidak nyaman pada anak-anak.

Dengan membiarkan anak untuk mengatasi emosinya sendiri ialah kesalahan besar yang bisa berdampak fatal pada kesehatan mental anak nantinya.

Jika tidak sengaja bertengkar di depan anak, ada hal yang harus kamu lakukan sebagai orangtua untuk menenangkannya dan memperbaiki kesalahan.

Akibat-bertengkar-di-depan-anak

Sumber: www.klikdokter.com

1. Tenang dan meminta maaf

Orangtua harus bisa mengatur emosi mereka sendiri terlebih dahulu sebelum memberitahukan kepada anak apa yang sebenarnya terjadi.


Baca Juga:


Kamu harus hadapi anak dengan tenang sambil berkata, bahwa setiap orang memiliki kecenderungan untuk dapat mempertahankan argumentasinya.

Katakan juga pada anak, bahwa pertengkaran yang mereka lihat tidak boleh dicontoh. Ungkapkan rasa maaf karena sudah membuat anak merasa takut dan khawatir dengan kejadian yang ia lihat. Tenangkan anak-anak dan katakan bahwa ayah dan ibu sangat menyayanginya.

2. Tanyakan kondisi anak

Saat sudah menenangkannya, jangan lupa untuk menanyakan bagaimana perasaan anak setelah itu.

Kenali juga emosi yang dialami oleh anak. Bisa jadi ia justru merasa benci dan kesal kepada orangtuanya setelah kejadian tersebut. Jika hal itu terjadi, yakinkanlah anak dengan meminta maaf kepadanya.

Umumnya anak akan merasa lebih takut setelah melihat pertengkaran yang terjadi. Oleh sebab itu, kembali tenangkan anak dengan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pastikan juga anak bisa mengeluarkan dan membicarakan emosi yang ia rasakan.

3. Perbaiki keadaan

Jika keadaan sudah semakin membaik, pastikan kamu sebagai orangtua tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Apapun yang terjadi, hindari untuk bertengkar hebat di depan anak.

Sebisa mungkin saat akan berdebat dengan pasangan, lakukanlah di area tertutup dan pastikan anak tidak mendengar atau melihatnya.

Setelah itu, cobalah untuk kembali merekatkan hubungan dan kehangatan dalam keluarga yang sempat menegang.

Itulah cara tepat memberbaiki keadaan jika tidak sengaja bertengkar dengan pasangan di depan anak. Ingat, jangan sampai anak mendapatkan dampak buruk dari pertengkaran atau kesalahan yang dilakukan oleh orangtua. 

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Anak Mudah Lupa? Mungkin Ini Penyebabnya
Previous
Anak Mudah Lupa? Mungkin Ini Penyebabnya
Langsung Makan Pedas saat Buka Puasa, Bolehkah?
Next
Langsung Makan Pedas saat Buka Puasa, Bolehkah?
Back to
top