x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

Berani Mencintai Berarti Berani Lakukan Ini!


Mau tau suasana hati seorang yang lagi kasmaran? Matahari pagi pasti gak terasa panas lagi, seakan-akan setiap haru adalah hari yang baru. Selalu gak sabar nunggu pagi, biar gak tidur lama-lama supaya cepet ketemu orang yang dicinta.

Cinta memang membuat kita bersemangat lebih dari biasanya, tapi sayang.. cinta gak selalu memberi dampak yang positif. Cinta seperti apa yang ingin kamu tau? Cinta kita kepada orang tua, atau cinta kita kepada mereka lawan jenis kita?

“Jangan memulai cinta kalau belom sanggup ijab qobul” kata-kata ini di tunjukan kepada para lelaki. Karena merekalah kunci utama dari memulainya hubungan. Mengapa begitu? Bukankah cinta hak siapa saja, bukankah kita berhak memilih sebelum memutuskan? Ketahuilah sobat, wanita adalah peribadi cantik yang seharusnya dijaga. Jangan pernah merusak keindahannya. Wanita selalu dipilih, dan lelaki yang memilih. Wanita selalu menjadi makmum, dan lelaki lah imamnya.

Pacaran itu dilarang oleh agama. Mengapa demikian? Coba renungkan, apa yang kita perbuat  kalau lagi pacaran? Jika jawabannya hanya ngobrol tanpa adanya kontak fisik, hmm.. yakin? Dalam islam, menatap lawan jenis yang bukan muhrim dengan rasa cinta dan bangga itu sudah dosa. Lalu, setan sangat menyukai dan dengan mudah menyusup disela-sela kita, sehingga merasa yang kita lakukan ini adalah benar. Syetan selalu puny acara licik untuk mempengaruhi pikiran kita, apalagi soal asmara.. manusia lemah banget di dalamnya.

Ingat, bersentuhan dengan yang bukan mahramnya secara sengaja adalah dosa yang besar bahkan ada hadist yang menyebutkan:

“Berkumpul-kumpul dengan babi lebih baik dari pada bersentuhan (dengan sengaja) dengan wanita yang bukan Mahramnya” (HR Ibnu Majah)

Tapi ada penggambaran siksaan yang lebih menakutkan dari itu, bahwasanya:

Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginyaHR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 486 dan 487) dan ar-Ruyani dalam “al-Musnad” (2/227), dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 226)

Segitu gak bolehnya lho untuk menyentuh yang bukan mahrom.. Pacaran gimana? Gak sentuhan? Ah! Yakin??

Mencintai anaknya, datangi orang tuanya. Sobat moslem, tidak ada kebaikan yang tidak di ridhoi Allah SWT. Karena itu, mendatangi orang tuanya dan meminta izin kepada mereka sama saja dengan menjemput ridho dari Allah SWT.

Mencintai karena Allah. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula. Namun, jika lelaki baik mencintai wanita yang kurang baik akhlaknya begitupun sebaliknya, ajarkan kebaikan padanya. Jika dia menolak, Insyaa Allah, Allah akan menjauhkan dan memberikan kamu pasangan yang keimanannya sejajar dengan kamu. Sobat moslem, apa yang kita suka dari pasangan kita? Wajah yang elok kah, atau kepribadian yang salih/salihah? Wajah tidak selalu menjanjikan kebaikan, tapi aura dan sikap selalu mencerminkan kualitas keimanan. Carilah dia yang mencintai Rasul dan Allah, dekatilah dia dengan niat yang baik pula.

Bertanggung jawab. Dia yang salih/salihah, yang baik ahklaknya Insyaa Allah tinggi pula rasa tanggung jawabnya, lelaki yang bertanggung jawab terhadap keluarganya, dan wanita yang selalu memeluk keluarga dengan rasa kasihnya akan terasa damai dalam hidupnya.

Sobat moslem, mencintai dengan tulus bukan hal yang mudah, namun jika semua dilakukan karena Allah, apapun yang berat akan terasa begitu ringannya. Jika saat ini kita sedang memiliki kekasih yang disebut pacar, pilihlah putus atau menikah. Sekarang kamu bisa pilih, ingin membuat gunung dosa yang sewaktu-waktu akan mengubur dirimu sendiri, atau memupuk pahala yang siap kamu tuai di akhirat nanti. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang salih/salihah. Aamiin..



Buat Tulisan
Jangan Sembah Kuburan Nabi & Rasul
Previous
Jangan Sembah Kuburan Nabi & Rasul
Berani Pada Diri Sendiri
Next
Berani Pada Diri Sendiri
Back to
top