x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Waspada, Ini Tanda dan Penyebab Bayi Susah BAB yang Penting Ibu Ketahui


Bayi-susah-BAB

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masalah bayi susah BAB tentu saja tidak bisa dianggap enteng, karena bisa saja berakibat buruk bagi perkembangan anak secara keseluruhan.

Mengetahui penyebab dari susahnya BAB ini juga perlu untuk diwaspadai, sebab hal tersebut mungkin saja menandakan adanya kondisi serius yang mendasarinya.

Gangguan sistem pencernaan pada bayi kerap kali sulit untuk dikenali, maka penting sekali mengetahui tanda-tanda dan penyebab bayi terkena konstipasi atau sembelit agar mendapat penanganan yang tepat.

Cara Mengetahui Bayi Terkena Konstipasi

Kebiasaan BAB pada bayi dipengaruhi oleh banyak hal, seperti pola makan, minum, aktivitas, dan seberapa cepat kemampuan tubuhnya untuk mencerna makanan yang masuk.

Nah, bayi dapat dikatakan susah BAB jika sudah mengalami buang air besar kurang dari dua kali dalam seminggu, bentuk kotoran lebih keras dari biasa walaupun frekuensinya tidak berubah, atau bayi terlihat kesakitan saat buang air besar.

Namun pada bayi usia 0-5 bulan dan hanya mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali masih dianggap normal.

Selain itu, jika  bayi mengalami konstipasi lebih dari 2 minggu, segeralah periksakan ke dokter. Terlebih, jika disertai dengan gejala lain seperti:

  • Muntah
  • Demam
  • Berat badan turun
  • Darah pada tinja
  • Benjolan pada anus

Berbagai Penyebab Bayi Susah BAB

Setelah mengetahui tanda-tada susah BAB diatas, sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyebab bayi susah BAB agar bisa segera diatasi atau dicegah. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya:

  1. Susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula akan lebih rentan mengalami konstipasi jika dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI.

Hal ini karena kandungan protein yang terdapat pada susu formula. Jika si kecil mengalami susah BAB cobalah untuk konsultasi pada dokter terkait susu formula yang di konsumsi, karena bisa saja konstipasi yang dialami bayi kita disebabkan oleh jenis susu formula.

Seperti, baru saja beralih dari ASI ke susu formula, atau baru berganti merek susu formula.

Susu-formula

  1. Makanan padat

Pencernaan bayi bisa saja kaget karena ia beralih mengonsumsi makanan yang lebih padat, sehingga menyebabkan susah buang air besar. Hal ini biasa terjadi, karena sebelumnya bayi terbiasa mengonsumsi makanan cair.


Baca Juga:


Masa peralihan inilah yang sangat rentan menimbulkan konstipasi.

Terlebih jika yang diberikan langsung berupa makanan minim serat, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalisaskan risiko konstipasi kita bisa memberikan makanan kaya serat kepada si kecil.

Makanan-padat-untuk-anak

  1. Dehidrasi

Bayi akan mendapatkan asupan cairan melalui makanan dan minuman yang dia konsumsi, termasuk ASI.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti saat tumbuh gigi, sariawan, atau demam, dehidrasi pada bayi bisa saja terjadi karena enggan untuk minum susu.

Dehidrasi atau kurangnya cairan inilah yang dapat menyebabkan kotoran menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan.

  1. Kondisi medis tertentu

Walaupun hal ini jarang terjadi, beberapa penyakit bisa saja menyebabkan bayi mengalami susah buang air besar.

Hal ini dapat terjadi apabila bayi dalam kondisi hipotiroid, alergi terhadap makanan, dan gangguan sistem pencernaan sejak lahir.

Nah, itulah beberapa tanda dan penyebab bayi susah BAB yang penting sekali untuk diketahui. Dengan ini, semoga saja kita bisa menanganinya dengan cara dan waktu yang tepat ya Sobat.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Ketahui 5 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Tanah Suci
Previous
Ketahui 5 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Tanah Suci
Luar Biasa, Ini Manfaat Minyak Argan untuk Kesehatan Kulit Kepala!
Next
Luar Biasa, Ini Manfaat Minyak Argan untuk Kesehatan Kulit Kepala!
Related Articles
Back to
top