x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Madu Memang Sehat, Namun Bolehkah Bayi Mengonsumsi Madu?

Bayi Mengonsumsi Madu

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sudah sejak lama madu dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan.

Mulai dari anak kecil hingga orang tua sudah diperbolehkan mengonsumsi madu.

Namun, bagaimana dengan bayi? Apakah boleh bayi mengonsumsi madu?

Waktu yang Tepat Bayi Mengonsumsi Madu

Madu merupakan salah satu sumber pemanis alami dan memiliki warna kuning kecokelatan yang khas.

Rasa manis dan segudang manfaat di dalamnya, madu menjadi kegemaran banyak orang, dewasa hingga anak-anak. Tapi, mulai kapan bayi mengonsumsi madu?

Hal tersebut sering menjadi pertanyaan para orang tua yang ingin memberikan anaknya madu.

Sebagai orang tua, terutama yang memiliki bayi, kamu harus bisa meluangkan banyak waktu untuk mencari tahu dan memantau segala hal yang terkait dengan tumbuh kembang anak.

Para orang tua harus meluangkan waktu untuk mengajak anaknya bermain, mengajarinya bicara, memperhatikan perkembangan tingkah lakunya, hingga mengenalkan anak dengan berbagai jenis makanan harian yang sehat dan bergizi.

Nah, madu menjadi salah satu sumber makanan bergizi yang bisa diberikan kepada anak-anak.

Namun para orang tua umumnya akan merasa bahwa madu aman untuk diberikan kepada bayi mereka.

Rasa manis yang alami dan teksturnya yang lembut membuat banyak orang berpikir madu aman dikonsumsi pada usia berapa pun. Padahal, tak demikian.

Dikatakan oleh ikatan dokter anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics (AAP), bahwa waktu paling aman untuk memberikan madu pada bayi ialah saat usianya sudah menginjak satu tahun.

Madu yang dimaksud ialah madu murni ataupun madu olahan.

Aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk madu asli yang bentuknya cair, tapi juga semua makanan yang proses pengolahannya menggunakan madu.

Kamu juga tidak perlu terburu-buru untuk memberikan madu kepada bayi, berikan madu pada usia terbaik sesuai yang disarankan.

Manfaat Bayi Mengonsumsi Madu


Baca Juga:


Berikan Anak Madu Dalam Jumlah Sedikit Terlebih Dahulu

Biarkan anak mencicipi madu dalam jumlah sedikit terlebih dahulu sebagai langkah pertama dalam proses pengenalan madu.

Kamu juga harus menunggu kurang lebih tiga hari hingga empat hari jika ingin beralih mengenalkan jenis makanan lainnya.

Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah bayi mengalami alergi pada madu atau tidak.

Jika kamu langsung memberikan jenis makanan yang lainnya setelah mengenalkan madu, dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam menentukan makanan mana yang menimbulkan gejala alergi pada bayi.

Jika bayi memang tidak menunjukkan tanda-tanda alergi apapun, kamu boleh mencampurkan madu ke dalam jenis makanan atau minuman lainnya yang akan dikonsumsi oleh anak.

Kamu bisa mencampurkan madu dengan yoghurt, oatmeal, smoothie dan lain sebagainya.

Kamu harus menciptakan kesan yang baik sebagai pengalaman pertama si kecil.

Namun untuk bayi, bukan hanya dikhawatirkan akan menimbulkan alergi.

Memberikan madu kepada bayi terlalu dini juga tidak dianjurkan karena mengandung spora dari bakteri Clostridium botulinium.

Bakteri tersebut dapat tinggal dan berkembang dalam sistem pencernaan bayi, Dikhawatirkan hal tersebut bisa menghasilkan racun berbahaya penyebab penyakit botulisme.

Bayi yang terkena botulisme akan menunjukkan beberapa gajala awal seperti sembelit, lemas, kurang nafsu makan hingga kejang.

Jadi, para orang tua harus lebih berhati-hati saat bayi mengonsumsi madu.

Baiknya memberikan madu kepada anak di usia yang sudah cukup untuk menerima jenis makanan baru, ya.



Buat Tulisan
Berlimpahnya Keutamaan Beribadah di Masdijil Haram
Previous
Berlimpahnya Keutamaan Beribadah di Masdijil Haram
Jangan Malas di Hari Senin, Ini Keutamaan Hari Senin dalam Islam
Next
Jangan Malas di Hari Senin, Ini Keutamaan Hari Senin dalam Islam
Related Articles
Back to
top