x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Kenali Jenis Batuk Pada Anak Agar Dapat Penangan Yang Tepat

batuk-pada-anak

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Batuk merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang pada anak. Mengapa batuk pada anak sering kali terjadi?

Pada saat pergantian musim atau pancaroba, banyak orang yang mengalami batuk terutama anak-anak.

Sebetulnya, batuk merupakan gejala yang bersifat melindungi tubuh. Batuk juga salah satu upaya alami tubuh untuk mengeluarkan lendir atau benda asing dari paru-paru dan aliran udara yang tersumbat.

Namun, ada beberapa jenis batuk yang perlu penanganan dari dokter dan tidak bisa sekadar melakukan pengobatan di rumah.

Batuk pada anak yang perlu diwaspadai

  1. Batuk berdahak

Flu menyebabkan hidung menjadi tersumbat atau berair, nafsu makan berkurang, mata berair, dan sakit tenggorokan. Saat flu, batuk juga sering terjadi dan biasanya sembuh dalam 1-2 minggu.

Namun, bila demam terus terjadi disertai berubahnya warna ingus menjadi kehijauan, segera periksa ke dokter. Dikhawatirkan terjadi infeksi bakteri pada anak.

Menggunakan humidifier (alat pelembap udara), mandi dengan air hangat, serta mengonsumsi makanan atau minuman yang hangat bisa melegakan saluran napas anak dan meredakan sakit tenggorokan.

  1. Batuk mirip mengi

Batuk ini terdengar seperti gejala asma yaitu mengi. Mengi adalah suara napas yang mirip siulan bernada tinggi seperti ngik-ngik. Ini memang umum terjadi pada anak yang berusia 6 bulan sampai 3 tahun.

Batuk ini biasanya akan membaik pada siang hari, namun akan memburuk pada malam hari atau saat udara sekitarnya terasa dingin. Biasanya akan bertambah parah saat anak menangis atau merasa gelisah.

Selain batuk mengi, gejala lain yang meliputinya adalah bernapas menjadi lebih cepat.

Kondisi batuk bisa diringankan dengan menjaga anak agar tidak kedinginan. Batuk ini umumnya bisa ditangani di rumah dan mengonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen atau acetaminophen.

  1. Batuk kering di malam hari

Batuk pada anak yang satu ini, akan memburuk ketika di malam hari atau sehabis beraktivitas fisik. Ini juga merupakan gejala utama asma pada anak-anak.

Penyakit asma merupakan kondisi paru-paru yang meradang dan menyempit sehingga menghasilkan lendir berlebih.

cara-praktis-menghilangkan-batuk-pada-anak


Baca Juga:


Dilansir dari laman Parents, dr. Debbie Lonzer, seorang asisten dokter anak di Cleveland Clinic Children’s Hospital, mengatakan bahwa lendir di paru-paru menyebabkan sensasi menggelitik sehingga anak-anak dengan kondisi asma menjadi batuk.

Selain batuk, kondisi anak yang kurus, sering mengangkat dada ketika bernapas, atau mudah lelah bisa menjadi pertanda bahwa anak memiliki asma.

Apalagi bila anak pernah mengalami kesulitan bernapas. Nah, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada baiknya Sobat segera pergi untuk memastikan ke dokter.

  1. Batuk tersengal-sengal

Ketika anak (terutama usia di bawah 2 tahun) mengalami batuk tersengal, bernapas dengan cepat dan suaranya terdengar serak, kemungkinan anak mengalami infeksi bronkiolus (bronkiolitis).

Menurut American Academy of Pediatrics, infeksi yang disebabkan oleh virus sinsitial pernapasan ini tidak memerlukan sinar-X pada dada atau tes darah.

Dokter bisa mendiagnosis penyakit dengan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan secara menyeluruh.

  1. Batuk rejan

Batuk rejan atau dikenal dengan pertusis terjadi akibat bakteri pertusis yang menyerang saluran pernapasan. Ini menyebabkan peradangan dan mempersempit bahkan menghalangi saluran pernapasan.

Bayi berisiko tinggi mengalami penyakit ini dan bila usianya belum mencapai satu tahun, ia harus mendapatkan perawatan di rumah sakit serta pengobatan antibiotik.

Gejala batuk rejan awalnya seperti flu, tapi akan muncul batuk pada minggu kedua. Batuknya biasanya lebih cepat dari batuk biasa disertai keluarnya semburan, bahkan bisa muntah atau tersedak karena napas berhenti sejenak.

Penyakit ini mudah menular dan bersifat sangat lama, bahkan batuknya bisa bertahan hingga lebih dari 6 bulan. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal juga dengan istilah batuk 100 hari.

Sobat, karena penyebab yang mendasari batuk pada anak itu bermacam-macam, perhatikan gejala selain batuk yang menyertainya agar mendapatkan penanganan yang tepat.



Buat Tulisan
Cara Memutihkan Wajah dengan Jahe Tanpa Efek Samping
Previous
Cara Memutihkan Wajah dengan Jahe Tanpa Efek Samping
Tak Sulit, Begini Cara Menghilangkan Stres Menurut Islam
Next
Tak Sulit, Begini Cara Menghilangkan Stres Menurut Islam
Related Articles
Back to
top