x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Batu Hajar Aswad: Sebongkah Batu dari Surga


Durasi Baca: 1 Menit 10 Detik

Sering kita mendengar tentang Batu hajar aswad yang berada pada sisi ka’bah di Mekah. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cerita sejarah dibalik Batu hajar aswad tersebut. Bahkan, masih banyak yang menanyakan mengapa banyak sekali orang yang sangat ingin menyentuh dan menciumnya saat berada di ka’bah.

Nah, berikut ini sejarah tentang Batu hajar aswad yang perli Sobat Mosleam ketahui. Simak ya..

Sebongkah batu dari surga.

Nama Hajar Aswad jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah batu hitam. Dulu, Hajar aswad berbentuk satu bongkahan yang besar. Namun, pada tahun 317H terjadi sebuah penjarahan batu tersebut pada masa pemerintahan al Qahir Billah Muhammad bin al Mu’tadhid beserta pasukannya dengan cara mencongkel batu dari tempatnya. Itulah yang menyebabkan batu hajar aswat kini menjadi delapan bongkahan kecil. 22 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 339 H Hajar Aswad pun dikembalikan ke Mekkah.

Batu yang kita ketahui berwarna hitam ini adalah  batu yang diturunkan dari surga dengan warna asli putih seperti salju. Namun, dosa manusialah yang membuatnya menjadi hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)


Baca Juga:


Mengapa banyak yang ingin menciumnya?

Harus kita ketahui, bahwa hajar aswad adalah sebagai penanda sebagai titik berkumpulnya umat manusia. Saat batu tersebut didapatkan oleh Nabi Ibrahim, Beliau menciumnya dan kemudian dikuti oleh anaknya Ismail. Inilah awal mula mengapa saat ini banyak kaum muslim yang mencium Batu hajar aswad ini. Selain itu, menciumnya juga termasuk ke dalam sunnah.

Setelah didirikannya Ka’bah, Allah memerintahkan kepada Beliau untuk memberitahukan pada seluruh umat manusia bahwa diwajibkan melakukan ziarah ke Ka’bah ini. Dari wahyu tersebutlah awal mula hadirnya ibadah haji.

Menurut para Ahli, Ka’bah sendiri dinobatkan sebagai masjid pertama dan tertua di dunia dalam sejarah manusia juga diyakini dibangun pada tahun 2130 SM.

Harus kita ingat, Batu hajar aswad hanyalah sebagai penanda dan bukanlah alat untuk disembah seperti halnya kaum kafir. Allah berfirman yang artinya:

“sesungguhnya rumah yang mula-mula dibagun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran: 96)

Meskipun keberadaannya sudah jelas disebutkan di dalam Al-Quran, tetapi masih saja ada pihak luar yang yang menebak-nebak dan beranggapan bahwa Batu Hajar Aswad ini adalah batu yang berasal dari bahan meteorit. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang memiliki keimanan yang istiqomah ya Sobat Moslem, aamiin..

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Temukan Rasa Mematikan dalam 5 Makanan Terpedas di Dunia
Previous
Temukan Rasa Mematikan dalam 5 Makanan Terpedas di Dunia
Hadirkan Kenyamanan dengan Tips Desain Dapur Minimalis Ini
Next
Hadirkan Kenyamanan dengan Tips Desain Dapur Minimalis Ini
Related Articles
Back to
top