x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Balita Nonton TV Boleh Tidak? Sebaiknya Dampingi Mereka, ya!


Balita-nonton-TV

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Apakah kamu termasuk orangtua yang selalu mendampingi balita nonton TV? Atau kamu justru membiarkan anak menonton TV sendirian sementara kamu beraktivitas?

American Academy of Pediatrics ternyata tidak merekomendasikan media layar (termasuk TV) untuk anak di bawah usia dua tahun, lho, Moslem Fellas.

Bagi balita di atas umur tersebut, AAP membatasinya hanya selama 1-2 jam per hari.

Balita Nonton TV, Hati-hati Banyak Dampak Negatif

Menonton TV memang merupakan kegiatan pasif alias tidak perlu mengeluarkan energi untuk melakukannya.

Namun, untuk memahami tayangannya memerlukan keterampilan tertentu yang belum dimiliki anak di bawah usia dua tahun.

Menonton bersama anak akan meningkatkan bonding antara orang tua dengan sang anak, menjadi momen quality time bersama keluarga.

Tapi, sebuah lembaga riset besar menunjukkan bahwa usia balita nonton TV terlalu sering bisa berefek negatif terhadap perilaku, prestasi, dan kesehatan anak, lho.

Dilansir dari jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine dan beberapa jurnal lain, terungkap fakta berikut:

  1. Hampir semua bayi dan balita terekspos TV atau video setiap hari hingga 1-2 jam.
  2. Sekitar 2/3 ibu dengan anak usia tiga tahun mengatakan bahwa anak mereka menonton selama dua jam atau lebih per harinya.
  3. Jika TV sebagai latar belakang atau anak melihat atau mendengar TV tapi tidak aktif menonton, maka juga dihitung. Oleh karenanya, balita terekspos TV rata-rata selama empat jam setiap hari.

Mendampingi-balita-nonton-TV

Acara Edukatif untuk Mendampingi Balita Nonton TV

Para orangtua mungkin memiliki pembelaan bahwa tayangan TV yang boleh ditonton anak hanya program yang bersifat edukatif.


Baca Juga:


Memang ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari tontonan tersebut. Namun, anak sangat cepat dan baik dalam belajar dari pengalaman interaktif dan langsung, lho, misalnya menyentuh, merasakan, dan memecahkan masalah dengan orang yang mereka sayangi.

Menurut penelitian yang dikutip situs Zero to Three, beberapa kartun atau acara anak seperti Dora the Explorer dan Blue’s Clues memiliki efek positif terhadap pembelajaran anak, sebab memberikan interaksi terhadap anak.

Namun, acara seperti Teletubbies atau Barney & Friends ternyata kurang baik bagi anak, Moslem Fellas. Program TV yang baik untuk anak harusnya memiliki kriteria seperti ini:

  1. Karakter sesekali berinteraksi pada anak (penonton).
  2. Karakter meminta anak berpartisipasi di acara tersebut dengan cara tertentu (misalnya mengulang kata atau ikut bertepuk tangan).
  3. Acara anak yang memiliki jalan cerita kuat dan struktur seperti buku cerita (ada awal, tengah, dan akhir cerita) juga baik ditonton.

Dampingi Balita Menonton TV

Demi menghindari dampak negatif bagi anak, selain memilih program yang tepat dengan kriteria seperti di atas, orangtua juga harus mendampingi balita nonton TV. Lakukanlah hal-hal ini:

  1. Ajak anak mengobrol dan berinteraksi tentang acara tersebut. Misalnya, program tersebut tentang apa, tanya pendapat mereka mengenai karakter mana yang mereka suka dan tidak suka.
  2. Jawab pertanyaan-pertanyaan anak setiap kali ia berk Anak yang masih berusaha memahami ide dan konsep baru terkadang membutuhkan bantuan untuk mengerti apa yang mereka lihat di TV.
  3. Tunjuk dan sebut nama benda yang mereka lihat di TV.
  4. Ajak anak untuk menggerakkan tubuh saat menonton.
  5. Hubungkan apa yang anak lihat di TV dengan kehidupan nyata, misalnya, “Wah ada kereta api, kemarin gimana ya suara kereta api yang kita lihat di TV?”
  6. Ketika acara sudah habis, matikan TV dan peragakan ceritanya kembali.
  7. Hindari menggunakan TV untuk mengantar anak tidur, ya. Ini justru akan menyulitkan mereka belajar tertidur sendiri. Lagipula, anak yang masih sangat kecil memerlukan cinta, kasih sayang, dan rasa aman dari rutinitas tidur lewat dongeng, usapan, dan belaian orangtua.

Jadi, sebaiknya jangan membiarkan anak untuk menonton TV sendirian. Dampingilah balita nonton TV agar membuatnya lebih mudah memahami isi acara edukatif sekaligus mempererat hubungan.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Hukum Shalat Hajat dan Do’a Yang Bisa Dipanjatkan
Previous
Hukum Shalat Hajat dan Do’a Yang Bisa Dipanjatkan
Pantang Surut! Ini 5 Tips Istiqomah di Jalan Allah Dekat dengan Kebaikan
Next
Pantang Surut! Ini 5 Tips Istiqomah di Jalan Allah Dekat dengan Kebaikan
Related Articles
Back to
top