x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Waspada Bakteri pada Mesin Cuci Kotor yang Dibiarkan Saja


Bakteri-pada-mesin-cuci-kotor

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Meski sering terkena sabun, sebenarnya mesin cuci merupakan habitat ideal bagi berbagai jenis mikroba, lho, seperti bakteri.

Sebagian besar bakteri pada mesin cuci tersebut berasal dari pakaian kotor. Kalau mesin cuci tidak rutin dibersihkan, berbagai mikroba merugikan ini dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit.

Umumnya pakaian kotor yang diletakkan pada mesin cuci telah terkontaminasi oleh berbagai bakteri, virus, dan jamur ketika digunakan.

Bukannya membersihkan, bakteri pada mesin cuci kotor justru bisa semakin menambah kerugian untuk kita nantinya.

Bakteri pada Mesin Cuci Kotor yang Berbahaya

Pada dasarnya, mesin cuci memiliki sifat yang lembap dan hangat. Kondisi ini sangatlah tepat untuk bakteri pada mesin cuci berkembang biak.

Terdapat berbagai jenis mikroba yang mendiami mesin cuci. Mengutip sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Microbiology, berikut ini beberapa bakteri pada mesin cuci kotor yang perlu diwaspadai.

  • Staphylococcus (staph)

Secara alamiah, mikroorganisme bakteri Staphylococcus hidup di permukaan kulit dan hidung.

Bakteri ini mampu berpindah dari kulit ke pakaian, lalu pada mesin cuci. Jumlahnya bisa bertambah seiring menumpuknya pakaian, apalagi kalau mesin cuci dibiarkan kotor.

Infeksi staph terjadi saat bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga berisiko mengalami kondisi ini.

Infeksi bahkan dapat berlanjut menjadi masalah kulit, seperti bisul berisi nanah, selulitis (infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam), impetigo (infeksi kulit menular dengan gejala ruam nyeri), Staphylococcal scalded skin syndrome (ruam dan luka lepuh akibat racun yang diproduksi bakteri staph).

Penyebab-utama-menumpuknya-bakteri-pada-mesin-cuci-kotor

  • Escherichia coli (E. coli)

Sebenarnya, bakteri E. coli bermanfaat untuk memproduksi vitamin K2 dalam pembentukan feses.

Akan tetapi, partikel feses yang mengandung bakteri ini bisa mengontaminasi pakaian kotor pada mesin cuci tanpa kita sadari.

Selanjutnya, bakteri ini masuk ke tubuh melalui mulut. Ada sebagian jenis bakteri E. coli yang menghasilkan racun dalam sistem pencernaan.


Baca Juga:


Kondisi ini akan mengakibatkan penyakit pada saluran cerna antara lain diare, sakit perut, mual dan muntah, hingga infeksi usus.

  • Corynebacterium

Corynebacterium merupakan jenis bakteri normal yang terdapat pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan.

Sebagian besar spesies Corynebacterium sebenarnya tidak menyebabkan penyakit, tapi ada sejumlah spesies lainnya yang diketahui sebagai penyebab penyakit difteri.

Bakteri ini mampu berpindah ke pakaian dan tumbuh subur pada mesin cuci yang kotor. Kasus infeksinya terbilang jarang, tapi orang dengan sistem imun lemah harus selalu berhati-hati karena lebih rentan terhadap infeksi.

Menumpuknya-bakteri-pada-mesin-cuci

  • Propionibacterium

Kulit manusia merupakan tempat tinggal ideal bagi Propionibacterium, yang berkembang biak dalam lingkungan yang banyak mengandung minyak, contohnya folikel rambut pada kulit wajah.

Bakteri ini juga bisa kita temui pada mesin cuci yang jarang dibersihkan. Jumlah Propionibacterium yang berlebih bisa menimbulkan infeksi folikel rambut, memicu reaksi peradangan, dan akhirnya menimbulkan jerawat. Biasanya jerawat yang terbentuk ialah papula (tanpa nanah) atau pustula (berisi nanah).

  • Pseudomonas

Lingkungan hidup dan berkembang biak bakteri Pseudomonas adalah lingkungan yang lembap serta berair.

Lingkungan tersebut tidak terkecuali mesin cuci kotor, terutama kalau kita sering menumpuk pakaian kotor dan lembap dalam waktu lama.

Infeksi Pseudomonas sebenarnya tidak berpengaruh besar bagi orang sehat.

Namun, penderita penyakit kronis atau memiliki kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami gejala ruam dan jerawat berisi nanah.

Cara terbaik untuk mencegah kontaminasi karena bakteri pada mesin cuci kotor adalah dengan menghambat pertumbuhan bakteri.

Kalau kita termasuk rutin menggunakan mesin cuci, maka bersihkan mesin cuci kita setiap bulan. Gunakan air panas dan pemutih pakaian untuk membasmi setiap kuman, ya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Kerupuk Khas Indonesia yang Hingga Kini Masih Jadi Favorit
Previous
5 Kerupuk Khas Indonesia yang Hingga Kini Masih Jadi Favorit
6 Ide Baju Hijab dan Rok Cantik untuk Semua Acara
Next
6 Ide Baju Hijab dan Rok Cantik untuk Semua Acara
Related Articles
Back to
top