x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Membeli Baju Baru saat Lebaran Ada Tuntunannya, Lho!

Baju-Baru-saat-Lebaran

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sudah memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan, tidak sedikit orang yang membicarakan mengenai baju baru saat lebaran.

Saat Hari Raya Idul Fitri, membeli baju baru sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.

Bahkan membeli baju baru untuk digunakan pada saat lebaran merupakan suatu kewajiban bagi sebagian orang karena sudah menjadi kebiasaan.

Tidak heran jika sekitar sepuluh hari sebelum lebaran, para penjual pakaian sudah dibanjiri oleh pembeli. Tapi, bagaimanakah hukum memakai baju baru saat lebaran dalam Islam?

Hukum Mengenakan Baru saat Lebaran

Menggunakan pakaian baru pada saat lebaran memang sudah menjadi budaya untuk sebagian kaum Muslimin di manapun berada.

Ternyata, terdapat dalil-dalil sahih berupa hadist Rasulullah SAW dan atsar (perkataan) para ulama ahlus sunah wal jama’ah, bahwa menggunakan baju baru memang boleh dilakukan namun ada tuntunannya.

Dalil tersebut ialah hadits riwayat Al Bukhori pada bab Hari raya dan berhias di dalamnya:

Sungguh Abdullah bin Umar, ia berkata : “Umar mengambil sebuah jubah sutra yang dijual dipasar, ia mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, beliah jubah ini serta berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan. Rasulullah berkata kepada Umar : “sesungguhnya jubah ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian.” (HR. Al Bukhari).


Baca Juga:


Dari hadist itu bisa kita ketahui, bahwa berhias saat hari ied memang menjadi kebiasaan yang sudah ada sejak dulu di kalangan para sahabat, dan Rasulullah SAW juga tidak mengingkarinya.

Namun, kita juga harus memahami bahwa merayakan Idul Fitri tidak harus selalu mengenakan pakaian baru, melainkan menggunakan pakaian yang terbaik.

Hukum-membeli-Baju-Baru-saat-Lebaran-Moslem-Lifestyle

Hati-Hati Terjebak di Dalam Sifat Boros

Walaupun berhias dan menggunakan pakaian baru di hari Idul Fitri adalah sunnah, kita tetap tidak boleh terjebak di dalam sifat boros dan berlebihan dalam memilih dan menggunakan pakaian baru.

Kita juga tidak boleh mengabaikan kriteria dalam penggunaan pakaian syar’i yang sudah ada di dalam A-Quran dan A-Sunnah, karena di khawatirkan “aurat” kita jadi tidak terjaga.

Tidak diperbolehkan juga dalam Islam untuk menggunakan pakaian yang terlalu ketat atau terlalu mencolok sehingga akan menarik perhatian banyak orang. Jangan sampai dosa-dosa yang sudah diampuni Allah SAWT selama ibadah di bulan suci Ramadhan menjadi sia-sia karena kesalahan dalam berpakaian.

Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian kita tidak melanggar batasan-batasan syar’i, baik untuk pria maupun wanita. Hal tersebut berdasarkan firman Allah SWT, yang artinya,

Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33).

Rasulullah SAW sendiri juga pernah mengatakan,

Berpakaianlah sebaik mungkin di depan saudara dan saudarimu. Namun ketahuilah bahwasanya ini adalah pakaian orang yang tidak dapat bagian (di akhirat)” (HR. Bukhari, 948 dan Muslim).

Jadi, menggunakan baju baru saat lebaran memang bukan suatu keharusan. Namun, kita diminta untuk menggunakan pakaian terbaik kita dan memakai wangi-wangian yang ada sebagai tanda merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan.

Ingat, tidak perlu berlebihan karena dikhawatirkan akan menodai makna dari berpakaian itu sendiri.

Selain itu, pakaian baru yang dikenakan, sebagai gambaran baru dari hati kita, setelah dibersihkan selama satu bulan melalui puasa suci Ramadhan.



Buat Tulisan
Bahaya Kasur Terlalu Empuk untuk Kesehatan Tulang
Previous
Bahaya Kasur Terlalu Empuk untuk Kesehatan Tulang
Bagaimana Hukumnya Banyak Tidur saat Puasa?
Next
Bagaimana Hukumnya Banyak Tidur saat Puasa?
Related Articles
Back to
top