x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ternyata Ini Lho Bahaya Makanan Manis yang Harus Kamu Tahu


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Siapa yang tidak suka makanan manis? Hampir sebagian orang menyukai makanan manis, seperti makanan yang mengandung gula, cokelat, es krim, dan permen.

Namun tahukah kamu bahaya makanan manis? Padahal, makanan ini dipercaya untuk meningkatkan mood, lho.

Meski sudah mengetahui gula tidak baik untuk kesehatan, kebanyakan orang menganggap gula tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori.

Mungkin ini menyebabkan sulitnya mengurangi konsumsi gula.

Faktanya, sebagian besar orang di dunia mendapat 500 kalori ekstra dari asupan gula yang mereka konsumsi.

Konsumsi gula yang berlebihan sama jahatnya dengan teralu banyak makanan dengan kandungan lemak jenuh, garam, dan kalori yang tinggi.

Lalu bahaya makanan manis apa saja yang bisa timbul kalo kamu makan berlebihan? Berikut informasinya.

Membuat Ketagihan. Banyak orang yang kecanduan dengan gula, biasanya disebut dengan Sweet Tooth.

Gula dapat melepaskan dopamine di otak yang memberikan efek senang setiap memakannya. Itu sebabnya banyak orang yang kecanduan gula meski sudah sadar bahaya makanan manis.

Menyebabkan Obesitas. Orang yang sudah kecanduan gula biasanya sangat sulit mengontrol dan membatasi asupan gula mereka.

Jika sudah seperti ini, tidak heran banyak orang yang menderita obesitas sebagai salah satu risiko bahaya makanan manis.

Risiko ini dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Menyebabkan Diabetes Tipe-2. Diabetes sebenarnya adalah penyakit yang muncul karena keturunan atau gen.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, penyakit diabetes ada dua tipe.

Tipe 1 adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh gen, dan tipe 2 yang semakin meningkat jumlah penderitanya adalah diabetes yang disebabkan oleh lifestyle.

Menu yang diasup dan gaya hidup ini berpengaruh sangat besar terhadap munculnya penyakit diabetes.

Terutama bila makan tidak teratur dan sering kali mengasup menu yang kaya gula, termasuk minum-minuman bersoda, minuman beralkoho, merokok, dan lain sebagainya.

Tidak Baik Untuk Gigi. Gula tambahan seperti sukrosa dan fruktosa pada makanan itu mengandung jumlah kalori yang tinggi dan tidak ada nutrisi penting di dalamnya.

Gula tidak baik untuk gigi kamu karena kandungan yang ada di dalamnya sangat mudah dicerna oleh bakteri jahat dalam mulut.

Jadi semakin banyak kamu makan gula, semakin banyak pula kamu memberi makan bakteri jahat dalam mulut.

Selain itu, gula dapat mempengaruhi warna gigi. Gula juga dapat memicu kerusakan serta gigi berlubang.

American Dental Association sendiri menganjurkan agar kita mengurangi menu manis dan rajin menyikat gigi tiga kali sehari untuk membantu kerusakan pada gigi.


Baca Juga:


Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung. Penelitian terbaru tahun 2010 menyatakan kalau gula mungkin menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung berkat efek buruk yang dibawa frukosa dalam sistim metabolisme tubuh kita.

Penelitian tersebut menunjukkan kalau fruktosa dapat meningkatkan trigliserida (salah satu jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah), meningkatkan kolesterol dalam darah, meningkatkan kadar gula dalam darah, kadar insulin, dan menyumbangkan lemak perut dalam hitungan 10 hari saja.

Itu semua adalah faktor-faktor berbahaya yang bisa berujung pada penyakit jantung.

Merusak Hati. Sebuah penelitian dalam jurnal Nature tahun 2012, menyebutkan bahwa mengonsumsi gula yang berlebihan sama bahayanya dengan mengonsumsi alkohol.

Fruktosa dalam gula hanya bisa diolah oleh hati dalam jumlah tertentu saja.

Jika kamu banyak mengonsumsi fruktosa, hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak. Jika proses ini terjadi terus menerus, ini akan berujung pada masalah kesehatan yang berbahaya.

Membubuh Diam-Diam. Sebuah studi tahun 2008 mengungkap, konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin.

Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang.

Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang hal ini tentu menyebabkan obesitas.

Hal tersebut terjadi perlahan, sehingga orang sering kali tidak sadar sudah mengalaminya.

Sobat Moslem, kontrol asupan gula kamu, ya. Konsumsi gula secukupnya dan lebih baik makan makanan yang sehat. Semoga bermanfaat!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Ide Enak 8 Makanan Ringan yang Mudah Dibuat
Previous
Ide Enak 8 Makanan Ringan yang Mudah Dibuat
Efek Baik dan Efek Samping Kandungan Kentang untuk Kesehatan
Next
Efek Baik dan Efek Samping Kandungan Kentang untuk Kesehatan
Related Articles
Back to
top