x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Bahaya Hutang Menurut Islam yang Harus Diwaspadai


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Islam adalah agama yang mulia. Islam telah mengatur segala permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk bahaya hutang yang harus diwaspadai orang setiap orang.

Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman. Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya...” (Qs. Al-Baqarah : 282).

Islam tidak melarang manusia untuk berhutang. Namun, ada baiknya jika transaksi hutang piutang dihindari.

Jika seorang muslim ingin melakukan transaksi hutang piutang, maka perlulah mengetahui syarat dan adab berhutang menurut Islam.

Alasan keinginan dan kebutuhan menjadi pemicu hampir sebagian orang berani untuk melakukan transaksi hutang piutang.

Selain itu, adanya perkembangan yang pesat dari berbagai program pinjaman ataupun lembaga lainnya sehingga membuat proses berhutang semakin mudah.

Lantas apa saja bahaya hutang menurut Islam? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Dosa Selama Hidup Tidak Diampuni. Dosa-dosa selama hidup tidak dapat diampuni kecuali hingga orang tersebut menyelesaikan semua persoalan hutang piutangnya. Rasulullah SAW bersabda,

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana ketika ada seseorang terbunuh di jalan Allah (mati syahid) apakah dosanya akan terampuni, lalu Rasulullah SAW menjawab: dosanya akan terampuni apabila sabar kemudian maju dan tidak melarikan diri ketika berperang dan tidak akan terampuni apabila seseorang tersebut sedang mempunyai hutang.” (HR. Muslim).

Ditahan Masuk Surga. dari Tsauban, Rasulullah SAW bersabda,

Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan terbebas dari tiga hal yaitu sombong, ghuluul dan terbebas dari hutang niscaya dia akan masuk surga.” (HR At-Tirmidzi no. 1572, Ibnu Majah no. 2412 dan yang lainnya).

Membahayakan Akhlak. Beberapa orang yang mempunyai hutang cenderung tidak dapat menepati janjinya untuk membayar hutang sehingga muncullah sifat berbohong dan ingkar janji. Munculnya sifat ini akan sangat membahayakan akhlak.

Terdapat dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya apabila seseorang berhutang, maka orang tersebut lantas akan berbohong dan akan mengingkari janji.” (HR. Al-Bukhari).

Mendekatkan Diri Menuju Kekufuran. Bahaya hutang dalam islam selanjutnya yaitu akan mendekatkan diri menuju kekufuran. Menurut riwayat Nasai dan Hakim, Rasulullah SAW menyamakan perihal hutang piutang dengan kekufuran.


Baca Juga:

Agar terhindari dari kufur, maka hindari diri dari perilaku meminjam atau menghutang baik itu pada tetangga, pinjaman koperasi ataupun meminjam kepada bank.

Dapat Menimbulkan Stres. Stres dapat terjadi ketika seseorang mengalami tekanan yang berat dalam hidupnya. Dalam persoalan hutang piutang biasanya stres terjadi ketika dirinya tidak dapat membayar hutang.

Bahkan ketika akan jatuh tempo setiap malam susah untuk tidur memikirkan bagaimana cara membayar hutang, sehingga timbulan stres.

Pahala Kebaikan Hidupnya Dijadikan Untuk Menebus Hutang Dihari Kiamat. Sudah sangat jelas ketika orang meninggal dalam keadaan mempunyai hutang maka kelak dihari kiamat amal baik (pahala) lah yang akan melunasi semua hutangnya yang ada didunia.

Rasulullah SAW bersabda,

Barang siapa yang meninggal dengan keadaan masih mempunyai hutang walaupun hanya satu dinar ataupun satu dirham, maka kebaikan (dihari kiamat) yang akan melunasinya karena di akhirat tidak akan ada lagi dinar ataupun dirham.” (HR. Ibnu Majah).

Urusannya Akan Menggantung. Bahaya hutang dalam islam yang terakhir yaitu urusannya akan menggantung. Oleh karena itu agar semua urusan dalam kehidupan tidak menggantung hendaklah menyelesaikan semua persoalan hutang piutang yang dimiliki.

Rasulullah SAW bersabda,

Jiwa seorang mukmin akan bergantung dengan hutang yang ia miliki hingga ia melunasi semua hutangnya.”(HR. Tirmidzi).

Sobat, berserahlah kepada Allah SWT dan tetap berusaha sekuat tenaga agar dimudahkan rezeki dan segala urusan di dunia menjadi lancar. Semoga bermanfaat!



Buat Tulisan
5 Tempat Makan Keluarga Di Jakarta Untuk Habiskan Waktu Akhir Pekan
Previous
5 Tempat Makan Keluarga Di Jakarta Untuk Habiskan Waktu Akhir Pekan
Terapkan Cara Ayah Dekat Dengan Anak yang Sederhana Ini
Next
Terapkan Cara Ayah Dekat Dengan Anak yang Sederhana Ini
Related Articles
Back to
top