x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Bahaya Helicopter Parenting, Ketika Perhatian Menjadi Bumerang


Bahaya-Helicopter-parenting

(Source: Google)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menurut Psch2GO Helicopter parenting merupakan cara pengasuhan yang terlalu mengekang dan memperhatikan anak-anak mereka untuk mengontrol kehidupan anak-anak mereka seperti ilmu dan pengalaman kehidupan.

Orang tua yang memiliki gaya pengasuhan ini berpendapat, bahwa mereka memperlakukan anak untuk kebutuhan keamanan dan kenyamanan anak mereka.

Padahal ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung anak apabila memiliki orang tua dengan gaya pengasuhan Helicopter parenting. Apa saja ya dampak buruk gaya pengasuhan ini? 

dampak-buruk-helicopter-parenting

(Source: Freepik)

Inilah Bahaya Helicopter parenting

Orang tua dengan helicopter parenting akan cenderung mengambil semua keputusan untuk kehidupan anak mereka.

Hal ini menyebabkan anak akan menjadi sangat ketergantungan dengan orang tua dalam pengambilan keputusan karena anak tidak pernah diajari merasakan konsekuensi pengambilan keputusan.

Selain itu, anak juga akan merasa kurang percaya diri terhadap keputusan yang akan mereka ambil apalagi saat anak beranjak remaja.

Mereka akan kebingungan untuk mengambil keputusan mudah dihidup mereka seperti memilih baju yang sesuai atau makanan kesukaan yang akan mereka beli.

Anak dengan orang tua helicopter parenting, tidak akan belajar mengembangkan lifeskill mereka. Biasanya, anak akan selalu dikekang dan dibatasi pertemanannya.

Mereka hanya boleh berteman dengan orang yang dirasa baik bagi orang tuanya.

Hal ini mematikan insting seorang anak untuk menganalisa keadaan di sekitarnya, mereka juga akan kehilangan kemampuan untuk menilai mana orang yang baik dan mana orang yang akan berlaku jahat kepadanya.

Jika hal ini terus terjadi anak akan menjadi depresi, karena anak merasa dia memiliki tanggung jawab untuk selalu menyenangkan dan melakukan semua hal sesuai ekspektasi kedua orang tuanya.

Kemudian, anak akan membenci orang tuanya. Mereka akan mulai mengacuhkan orang tua mereka atau menjadi anak pembangkang ketika mereka remaja yang akan membahayakan diri mereka.

Hal tersebut akan berakhir pada renggangnya hubungan antara orang tua dan anak. Orang tua akan merasa diacuhkan dan anak akan merasa lelah dengan perlakuan orang tua yang over protecting.     

Meski begitu, gaya pengasuhan ini dapat dicegah atau diperbaiki dengan cara yang sederhana yaitu menjalin komunikasi dan keterbukaan kepada anak.

Mulailah untuk membicarakan ekspektasi dan batasan yang orang tua inginkan begitu juga sebaliknya.

Orang tua harus mengetahui kapan mereka butuh untuk membebaskan dan kapan mereka butuh untuk melindungi anak mereka. Terlalu banyak aturan juga tidak akan menyenangkan untuk anak.

Yuk mulai bangun komunikasi yang baik dengan anak agar terhindar dari helicopter parenting.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Social Media Detox: Kembali ke Dunia Nyata
Previous
Social Media Detox: Kembali ke Dunia Nyata
Manfaat Memeluk anak, Orang Tua Perlu Tahu!
Next
Manfaat Memeluk anak, Orang Tua Perlu Tahu!
Related Articles
Back to
top