x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ini 7 Bahaya Hedonisme yang Dapat Merusak Akhlak Manusia


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Pada zaman sekarang, rasa gengsi yang tinggi akan menimbulkan sifat hedonisme. Padahal, bahaya hedonisme akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama untuk hidupnya.

Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak.

Mereka beranggapan hidup hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. Mereka menjalani hidup dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas.

Biasanya, pandangan hedonisme dianut oleh beberapa orang yang tidak berpegang teguh akan keyakinannya. Dalam Islam sendiri, mencari kesenangan dan kebahagiaan bukan berati dilarang.

Allah SWT berfirman,

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung.” (Qs. Al-Buruj : 11).

Lantas, apa saja bahaya hedonisme menurut Islam? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini, ya.

Muncul Sifat Matrealistik. Sifat keduniaan yang terkandung dalam paham hedonisme sudah pasti akan menyebabkan kemunculan sifat matrealistik pada individu yang menganutnya.

Matre merupakan sifat yang memandang segala sesuatu berdasarkan materi atau harta. Sifat ini sangat dibenci oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebagaimana dalam firman Allah SWT,

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Hud : 15-16).

Mementingkan Urusan Duniawi. Allah SWT telah memprediksikan bahwa suatu masa akan datang di mana manusia lebih mementingkan sifat dan kepentingan duniawi. Bisa jadi era modern dan milenial seperti saat ini telah menjadi bagian dari masa ini.

Allah SWT mengisyaratkan keadaan mayoritas keadaan ini dalam firmanNya,

Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (Qs. Qr-Rum : 7).

Bergaya Hidup Mewah. Penganut hedonisme selalu menonjolkan kesan yang glamour. Hal ini tidak lain karena mereka tidak mau bahwa harta yang diperoleh  tidak dapat dilihat dan dipamerkan pada orang lain.

Padahal ajaran Rasulullah SAW yang utama ialah hidup sederhana. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

Jauhilah gaya hidup bermewahan. Sesungguhnya hamba-hamba Allah itu bukan orang-orang yang bermewah-mewahan.”

Menjadi Pribadi yang Sombong. Penganut paham hedonisme akan memiliki sifat sombong, karena merasa bahwa ialah yang paling banyak harta dan terhormat.

Ia tidak percaya bahwa apa yang ia peroleh memiliki sumber yaitu pemberiaan Allah SWT. Ia beranggapan bahwa harta benda yang dimiliki adalah hasil kerja kerasnya sendiri.

Sebagaimana kisah Qarun pada zaman Nabi Musa AS, Karena itu, Al-Quran menyebutnya,

Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka...” (Qs. Al-Qasas : 76).


Baca Juga:


Menimbulkan Sikap Congkak dan Angkuh. Selain sombong, sifat yang pasti alan muncul juga ialah congkak dan angkuh. Kedua sifat ini sendiri sangat dibenci oleh Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT,

...(Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (Qs. Al- Qasas : 76).

Tidak Menyukai Kesederhanaan. Cenderung mementingkan kemewahan, maka tentu bagi mereka yang terpengaruh paham hedonisme tidak menyukai bentuk-bentuk kesederhanaan.

Yang ada dalam benak mereka adalah kemewahan, kekayaan, dan kejayaan. Budaya hidup sederhana telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana juga Allah SWT berfirman,

Wahai anak cucu adam! Pakailah pakaianmu yan bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (Qs. Al-Araf : 31).

Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.”

Foya-Foya. Dalam islam berfoya-foya merupakan hal yang sama sekali tidak dianjurkan dan termasuk kedalam akhlak yang tidak terpuji.

Secara langsung pengaruh paham hedonisme akan berpengaruh pada individu dalam memanfaatkan uang yang diperoleh.

Mereka akan cenderung mengambur hamburkannya, karena bagi mereka kenikmatan dan kesenangan dunia ialah segala-galanya.

Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sabdanya,

Makanlah, bersedekahlah, dan pakailah dalam keadaan tanpa menghamburkan uang dan kesombongan.”

Sobat, kita harus selalu tingkatkan kadar keimanan dengan cara bersyukur dan selalu mengingat kuasa Allah SWT agar kita tidak termasuk dalam penganut hedonisme. Karena sesungguhnya rezeki, jodoh, dan maut adalah ketentuanNya.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Inilah 5 Tempat Makan Murah Di Bali Paling Rekomendasi
Previous
Inilah 5 Tempat Makan Murah Di Bali Paling Rekomendasi
Lagi Hits Banget, Ini Inspirasi Atasan Brokat Untuk Para Hijabers Cocok Jadi Outfit Kondangan
Next
Lagi Hits Banget, Ini Inspirasi Atasan Brokat Untuk Para Hijabers Cocok Jadi Outfit Kondangan
Related Articles
Back to
top