x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hati-Hati, Ini Bahaya Galau Menurut Islam yang Harus Kita Hindari


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Istilah galau saat ini merupakan kata yang seperti tidak akan bisa hilang lagi dalam kehidupan banyak orang. Namun tahukah kamu, ada beberapa bahaya galau menurut Islam yang harus kamu tahu.

Galau adalah suasana saat seseorang sedang mengalami kesedihan, kebingungan, dan kegelisahan yang sangat mendalam.

Galau tak selalu negatif, terdapat pula kegalauan yang positif. Seperti, saat ia merasa galau untuk mendewasakan diri menjadi pribadi yang terlatih dengan semua permasalahan kehidupan yang ia hadapi.

Sedangkan galau negatif adalah galau yang menyebabkan seseorang benar-benar frustasi dan patah hati. Bila terus dibiarkan, seseorang bisa melakukan hal ekstrem yang membahayakan diri sendiri.

Sebenarnya dalam Islam sendiri tidak terdapat perkara mengenai galau itu sendiri. Namun, terdapat istilah yang hampir mendekati galau yaitu kesedihan atau kedukaan.

Dalam Islam sendiri tidak ada larangan untuk bersedih atau berduka, namun kesedihan dan kedukaan itu tidak boleh berlarut-larut. Sehingga dapat mempengaruhi seseorang secara psikologis. Sebagaimana dalam petikan ayat berikut.

Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Anbiya : 88).

Islam memandang kesedihan dan kedukaan sebagai bagian dari kehendak Allah SWT. Sehingga, pertolongan juga datang dariNya.

Lantas, apa saja bahaya galau dalam Islam? Berikut penjelasannya.

Menjauhkan Diri Dari Allah SWT. Perasaan sedih yang berlebihan akan membuat kita dapat merasa jauh dari Allah SWT.

Tentunya ini merupakan hal yang sangat berbahaya. Rasa sedih dapat menjerumuskan kita dalam melupakan segala kewajiban yang harusnya dilakukan. Dalam sebuah hadits dikatakan,

Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia“. (HR. At-Tirmidzi).

Murung Setiap Hari. Seorang yang merasa galau akan cenderung murung setiap hari. Kesedihan mendalam dan berlarut-larut akan membuat seseorang cenderung menjadi pribadi yang senang menyendiri, tidak lagi memiliki gairah dan semangat sehingga raut muka dan tubuhnya terlihat murung.

Sebagaimana firman Allah SWT,

Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.” (Qs. Al-Imran : 139).

Kehilangan Semangat. Galau yang berkepanjangan juga dapat menjadi pemicu dari hilangnya semangat dalam hidup. Galau akan membuat seseorang kehilangan tujuan dan motivasi serta penyemangat untuk maju dan meraih kesuksesan.

Rasulullah SAW bersabda,

Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad).


Baca Juga:


Malas Beribadah. Pada umumnya, orang galau akan malas melakukan semua aktivitas karena terlalu fokus pada rasa sedihnya. Bahkan untuk beribadahpun mereka enggan untuk melakukannya.

Sesungguhnya yang demikian adalah perilaku yang menyimpang. Sebagaimana dalam hadist berikut,

Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Kabir 2).

Lalai. Galau juga akan membuat seseorang menjadi lalai dalam mengerjakan semua hal. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan selalu salah dan salah lagi.

Sesungguhnya hal yang demikian adalah tidak dibenarkan. Jangan sampai perasaan yang sedang tidak baik tersebut juga mempengaruhi pada semua aktivitas sehari-hari.

Sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberikan pertolongan dan petunjuk jika seseorang lalai dan melupakannya.

Allah SWT berfirman,

Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”. (Qs. Ar-Rad : 11).

Sobat, itulah bahaya galau menurut Islam. Semoga kita terus diberi ketenangan hati dan terhindar dari bahaya galau. Amin.



Buat Tulisan
Begini Cara Tepat Mengajarkan Anak Shalat Sejak Dini
Previous
Begini Cara Tepat Mengajarkan Anak Shalat Sejak Dini
Apakah Islam Punya Larangan Tidur Diwaktu Tertentu?
Next
Apakah Islam Punya Larangan Tidur Diwaktu Tertentu?
Related Articles
Back to
top