x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Penyebab BAB bayi Berbusa dan Cara Mengatasinya


BAB-bayi-berbusa

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mungkin kamu akan langsung panik ketika mendapati BAB bayi berbusa. Namun kamu tidak perlu khawatir, BAB berbusa pada bayi ini merupakan hal yang normal dan bukan merupakan tanda bahaya.

Untuk mengetahui lebih lanjut informasi mengenai BAB bayi berbusa, yuk, simak ulasan berikut ini.

Ini Penyebab BAB Bayi Berbusa

Kondisi feses merupakan salah satu indikator kesehatan bayi. Karena itu, kamu perlu mengetahui dan memerhatikan adanya perubahan tekstur, warna, dan frekuensi BAB pada bayi.

Dengan memerhatikan BAB pada bayi, kamu dapat memantau kesehatan dan kecukupan gizi Si Kecil.

Perlu kamu ketahui, BAB yang berbusa tidak selalu menjadi pertanda adanya penyakit pada bayi kamu, kok.

Hal tersebut justru tergolong normal apabila bayi kamu masih mendapatkan ASI eksklusif. BAB bayi berbusa bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan asupan foremilk dan hindmilk.

Perlu diketahui, ASI terdiri dari dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar lebih dahulu saat Si Kecil mulai menyusu selama beberapa menit.

Setelah itu, diikuti oleh bagian ASI yang disebut hindmilk. Foremilk bersifat lebih encer dan memiliki kandungan kalori rendah serta tinggi laktosa.

Mengapa-BAB-berbusa-bayi


Baca Juga:


Sedangkan hindmilk cenderung lebih kental serta mengandung lebih banyak kalori dan juga lemak.

Tubuh bayi masih belum mampu mencerna laktosa dengan baik. Jadi, bila bayi terlalu banyak mendapatkan foremilk saat menyusu, maka fesesnya akan nampak seperti buih atau berbusa.

Pada bayi yang diberi susu formula, BAB berbusa menjadi gejala bila Si Kecil mengalami alergi terhadap susu sapi.

Selain BAB berbusa, kondisi ini juga bisa menunjukkan tanda-tanda, seperti:

  • Kulit di sekitar mulutnya muncul ruam atau dia terlihat sering menggaruk area tersebut karena gatal.
  • Pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Batuk atau sesak napas.

Lantas, Bagaimana Cara Mengatasi Bab Bayi Berbusa?

Keseimbangan pasokan foremilk dan hindmilk ini sangat penting untuk bayi. Saat bayi mendapatkan keduanya secara seimbang, maka masalah BAB berbusa dapat dihindari.

Solusinya, biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara setidaknya 5-10 menit sebelum beralih ke payudara yang lain, atau kamu bisa memulai proses menyusui pada sisi payudara yang terakhir diisap Si Kecil.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa bayi menerima cukup hindmilk dan mengurangi busa pada BABnya.

Untuk mengatasi BAB berbusa pada bayi yang diberi susu formula, ganti susu Si Kecil dengan susu formula yang bertuliskan hypoallergenic, atau susu formula berbahan dasar kedelai.

Bila BAB berbusa bayi tidak hilang dalam dua hari disertai dengan adanya lendir atau darah pada fesesnya, demam melebihi 38°C, dan bayi rewel karena sakit perut yang cukup parah, segera periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Tinggal Bersama Mertua? Ikuti Tips Ini agar Hubungan Tetap Harmonis
Previous
Tinggal Bersama Mertua? Ikuti Tips Ini agar Hubungan Tetap Harmonis
5 Destinasi Wisata Indonesia untuk Pecinta Hewan
Next
5 Destinasi Wisata Indonesia untuk Pecinta Hewan
Related Articles
Back to
top