x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Terapkan Aturan Anak Main Gadget agar Tak Membahayakan Kecerdasannya

Aturan Anak Main Gadget

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Adakah aturan anak main gadget yang sudah kamu buat? Jika belum, kamu harus mengatur waktu untuk si kecil bermain gadget, Sobat!

Mungkin beberapa anak main gadget untuk sekadar melepas penat setelah ia pulang sekolah, atau saat ia memang sedang bosan dan ingin mencari hiburan lain.

Tapi, harus para orang tua perhatikan bahwa bermain gadget sama dengan saat anak belajar, yaitu ada batas waktunya.

Tanpa disadari, sering kali orang tua membebaskan anak bermain gadget tanpa batasan waktu.

Padahal, bermain gadget lebih dari 2 jam dalam sehari bisa menimbulkan efek buruk untuk anak-anak, lho! Terutama untuk kesehatan fisik, otak dan pola tidurnya sehari-hari.

Aturan Anak Main Gadget yang Penting Diterapkan

Setiap orang tua pasti ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat dan cerdas.

Oleh sebab itu, para peneliti di Children’s Hospital of Eastern Ontario Research Institute Amerika Serikat, memberikan anjuran kepada orang tua untuk membatasi waktu anak bermain gadget tidak lebih dari 2 jam dalam sehari.

Anak juga tetap harus dipastikan memiliki waktu tidur yang cukup agar bisa tetap aktif sepanjang hari.

Saran mengenai batas waktu terbaik untuk anak bermain gadget muncul setelah periset melakukan pengamatan pada sekitar 4.500 anak-anak dengan usia 8-11 tahun.

Aturan anak main gadget yang penting dipatuhi

Penelitian tersebut dilakukan dengan menilai seberapa banyak waktu yang umumnya dihabiskan anak untuk bermain gadget, tidur, dan beraktivitas fisik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, nyatanya hanya sekitar 5 persen anak-anak yang mematuhi jadwal rutinitas harian idealnya.

Direkomendasikan oleh Canadian 24-Hour Movement Guidelines for Children and Youth, yaitu 2 jam untuk bermain gadget, 9-11 jam untuk tidur di malam hari dan 1 jam melakukan kegiatan yang melibatkan fisik anak.


Baca Juga:


Ternyata, hal tersebut membuktikan bahwa anak-anak dengan jadwal harian yang ideal memiliki kecerdasan yang lebih unggul dibandingkan dnegan teman-teman seusianya yang tidak melakukan pembagian waktu untuk bermain gadget, tidur dan melakukan aktivitas fisik.

Salah satu peneliti bernama Jeremy Walsh mengungkapkan bahwa waktu anak bermain gadget yang lebih dari 2 jam tanpa disadari bisa menurunkan kemampuan kognitif anak tersebut.

Hal itu berarti anak mungkin akan lebih senang bermain gadget dibandingkan dengan belajar, sehingga secara otomatis kemampuannya dalam bidang akademik akan lebih rendah dibandingkan dengan teman-temannya yang jarang bermain gadget.

Aturan anak main gadget ini harus diterapkan

Eduardo Esteben Bustamante, asisten dosen di University of Illinois ‘College of Applied Health Sciences, juga mendukung pernyataan-pernyataan tersebut dengan mengungkapkan pendapatnya bahwa waktu bermain gadget memang akan memengaruhi kemampuan otak seorang anak dalam berpikir.

Tidak hanya itu, jam biologis tubuh anak juga otomatis akan terganggu hingga mengacaukan waktu tidur optimalnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terlalu sering dan lama bermain gadget akan mengganggu proses pemulihan stres dalam tubuh.

Sobat, menerapkan aturan anak main gadget favoritnya memang bukan hal mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Kamu tetap harus bekerja keras dan terus berusaha menjelaskan kepada anak bahwa bermain gadget terlalu lama dan tanpa batasan waktu tidak baik untuknya.

Selain itu, kamu juga harus lebih tegas dalam menerapkan aturan anak main gadget, belajar, dan bermain permainan lainnya.



Buat Tulisan
5 Trik Ampuh yang Bisa Bantu Kamu Tidur Nyenyak saat Hidung Tersumbat
Previous
5 Trik Ampuh yang Bisa Bantu Kamu Tidur Nyenyak saat Hidung Tersumbat
5 Keutamaan Ibadah Umroh dengan Niat yang Tulus dan Ikhlas
Next
5 Keutamaan Ibadah Umroh dengan Niat yang Tulus dan Ikhlas
Related Articles
Back to
top