x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

Apa Itu Erotomania? Bila Terlalu Yakin Seseorang Mencintaimu Padahal Tidak


apa-itu-erotomania

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kamu pernah merasa bahwa terlihat dari gerak-geriknya ia mencintai kamu? Jangan ge-er dulu, Moslem Fellas, karena bisa jadi itu hanya erotomania.

Apa itu erotomania? Inilah salah satu gangguan delusi di mana seseorang merasa yakin kalau ia dicintai atau ditaksir orang lain, meski kenyataannya belum tentu.

Gangguan seperti ini termasuk dalam kondisi kesehatan yang langka dialami seseorang, lho.

Penderita erotomania berkeyakinan kuat bahwa dirinya sedang disukai oleh seseorang.

Orang tersebut bisa siapa saja, umumnya orang terkenal, seperti orang dengan posisi sosial yang tinggi, misalnya pejabat, selebriti, konglomerat atau mungkin tokoh politik, sekalipun mereka belum pernah bertemu sama sekali.

Keyakinan ini tidak timbul dari kenyataan yang ada. Berkhayal, mendengar berita, atau menonton TV saja sudah cukup untuk memicu timbulnya erotomania.

Apa Itu Erotomania? Pahami Gejalanya

Dilansir dari Alodokter, hingga saat ini belum ditemukan alasan yang jelas kenapa seseorang bisa mengalami erotomania.

Kemungkinan erotomania dapat diakibatkan oleh faktor genetik, biologis, psikologis, serta faktor lingkungan, Moslem Fellas. Berikut akan dijelaskan apa itu erotomania dan gejalanya.

Gejala utama dari penderita erotomania adalah terlalu meyakini atau salah menafsirkan kalau seseorang mencintai dirinya.

Penderita erotomania sering membicarakan orang yang disangka mencintai dirinya, bahkan tak jarang mereka terobsesi dengan orang tersebut. Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan akibat erotomania, di antaranya:

Pengertian-erotomania

  1. Sering mengirim surat, email, atau hadiah pada orang yang dianggap mencintainya serta terus menerus melakukan panggilan telepon.
  2. Merasa cemburu pada orang lain yang dianggap berhubungan dengan orang yang dianggap mencintai dirinya.
  3. Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan lainnya dan cenderung lebih sering menghabiskan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan tentang orang yang dianggap mencintainya.
  4. Terlalu meyakini bahwa orang yang mencintainya seolah sedang mencoba untuk berkomunikasi secara rahasia melalui pandangan, gerak-gerik, atau berupa status dalam media sosial.

Baca Juga:


Erotomania dapat terjadi dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu lama, Moslem Fellas. Bahkan kemungkinan menjadi lebih parah hingga mengalami gejala psikosis, seperti delusi atau gangguan isi pikir yang semakin parah secara tiba-tiba atau gejala lain seperti dorongan energi berlebih, tidak bisa tidur, berbicara dengan sangat cepat, berpikir banyak hal dan melakukan tindakan berbahaya demi orang yang diyakini mencintainya.

Cara Menangani Erotomania

Memastikan apakah seseorang mengalami erotomania tidak bisa sembarangan juga, dokter perlu melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan sekaligus pemeriksaan fisik.

Diperlukan beberapa tes kesehatan untuk memastikan gejala tidak disebabkan oleh penyakit fisik.

Jika dokter menyimpulkan kondisi tersebut benar sebagai gejala gangguan psikologis, maka akan direkomendasikan perawatan pada psikolog atau psikiater, Moslem Fellas.

Penanganan erotomania bisa dilakukan melalui kombinasi terapi dan obat-obatan.

Namun, psikoterapi biasanya menjadi pilihan utama dalam membantu pasien mengelola dan mengatasi tekanan terkait dengan keyakinan delusional mereka. Beragam jenis psikoterapi yang mungkin dapat dilakukan bisa berupa:

Memahami-erotomania

a. Psikoterapi individual

Psikoterapi individual bermanfaat dalam mengenali dan memperbaiki gangguan pada pemikiran penderita erotomania.

b. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini bermanfaat dalam membantu penderita mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang dianggap menyebabkan rasa tidak nyaman.

c. Terapi keluarga

Terapi ini dilakukan di mana keluarga ikut serta dalam membantu menangani gangguan erotomania pada pasien, yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap perbaikan kondisi pasien.

Meski umumnya penderita erotomania masih dapat beraktivitas normal dan tidak bermasalah saat bersosialisasi, tapi kemungkinan kehidupan mereka terganggu karena delusi yang mereka alami.

Erotomania juga memiliki kemungkinan menyebabkan penderitanya mengganggu kehidupan orang lain.

Jika kamu sudah tahu apa itu erotomania dan mengalami atau melihat orang lain dengan gejala yang disebutkan, sebaiknya segera cari bantuan medis dari psikiater atau psikolog untuk mendapat perawatan yang tepat.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Bolehkah Shalat Menggunakan Masker? 3 Fiqh Kesehatan Dalam Urusan Ibadah Saat Wabah Corona
Previous
Bolehkah Shalat Menggunakan Masker? 3 Fiqh Kesehatan Dalam Urusan Ibadah Saat Wabah Corona
Mudah! Ini Tips Ayah Merawat Bayi yang Bisa Menumbuhkan Ikatan Batin
Next
Mudah! Ini Tips Ayah Merawat Bayi yang Bisa Menumbuhkan Ikatan Batin
Related Articles
Back to
top