x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Anak Suka Berbohong? Ini Trik Mudah untuk Mengatasinya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dalam kehidupan, setidaknya kita pernah melakukan kebohongan meskipun hanya sedikit untuk menghindari konflik, menyelamatkan diri, bahkan terkadang hanya untuk bersikap baik.

Sebetulnya, bukan hal yang mengejutkan bila anak-anak kita pun dapat melakukannya. Namun, tentu saja bukan berarti bohong itu dapat diterima.

Sebagai orang tua, tentu saja kita menginginkan anak yang bersikap baik dan selalu bersikap jujur. Disinilah peran kita diibutuhkan.

Hal pertama yang kita lakukan adalah memperhatikan diri sendiri. Kenali diri, saat kita tergoda untuk berbohong, maka berusahalah untuk menemukan keberanian moral untuk menjadi lebih jujur lagi.

Jika kita ketahuan berbohong di depan sang anak, mintalah maaf dan biarkan dia tahu alasan mengapa kita berbohong. Lalu, beritahu anak bahwa itu adalah hal yang sedang berusaha kita hilangkan.

Selanjutnya, dengan memahami alasan mengapa anak kita berbohong akan membantu kita tahu bagaimana cara menanganinya. Berikut cara mengatasi anak suka berbohong dengan mengenal berbagai jenis dan situasinya:

Si tak mau kalah

Seperti yang kita ketahui, hal ini sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bila lawan bicaranya bercerita apapun yang menarik perhatian teman-temannya.

Maka, lawan bicaranya yang lain akan menambahkan cerita yang seakan ingin mengalahkan cerita tersebut hingga membuat kesan pada temannya dengan melebih-lebihkan cerita. Hal ini hanya akan membuat kita semakin tidak disukai.

Hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kebohongan seperti ini pada anak, bagunlah rasa percaya dirinya dengan berfokus pada hal-hal yang dapat dia lakukan dengan baik.

Sebaiknya tidak pernah membanding-bandingkannya dengan orang lain. Ajarkan mereka untuk merasakan kebahagiaan atas prestasi orang lain.

Beri kepercayaan kepada mereka, bahwa tidak masalah jika temannya lebih baik daripadanya dalam beberapa hal karena dengan begitu mereka akan berfokus kepada temannya dalam hal lainnya.

Si pengkhayal

Biasanya si penghayal memiliki imajinasi yang nyata dan memiliki bakat untuk menjadi seorang pendongen yang hebat. Kemungkin, mereka akan berpikir ceritanyaakan akan menjadi sedikit lebih baik jika dia membuatnya seolah-olah nyata.

Tentu saja kita pasti tidak ingin meredupkan imajinasinya. Lakukan hal-hal kecil seperti memuji atas imajinasinya, bersikap antusias untuk mendengar cerita nya.

Selanjutnya, beritahu mereka bahwa kita tahu ada cerita yang dilebih-lebihkan dan itu bukan masalah. Biarkan mereka tahu bahwa mereka memiliki bakat dalam bercerita, dan doronglah untuk terus berbagi dengan kita.

Dia mungkin saja akan merasa sedikit malu karena kedapatan berbohong, tetapi jangan mencoba mempermalukannya. Dengan begitu, kesadaran sang anak pun akan muncul dengan sendirinya.

Si pemuas

Mereka hanya ingin membuat semua orang merasa bahagia dan tidak mengecewakan kita. Jangan pernah menilainya dengan kata baik atau buruk berdasarkan perilakunya.

Biarkan sang anak membuat kesalahan, dari sanalah tugas kita sebagi orang tua berperan. Katakan padanya, bahwa seseorang kerap melakukan kesalahan untuk belajar dalam melakaukan kebaikan dengan membantu mereka belajar dari kesalahnannya.


Baca juga:


Si tukang pura-pura

Dalam kasus ini, si tukang pura-pura akan menjadi ahli dalam berpura-pura sakit ringan untuk menghindari hal yang tidak disukainya seperti ujian, ataupun hari pertama masuk sekolah. Kasus ini sangat sering dialami oleh orang tua.

Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah mencari tahu apa alasan yang menjadi rasa takutnya. Bahkan, jika diperlukan kita dapat bertemu dengan gurunya untuk mengetahui perilaku anak disekolahnya.

Jika memang tidak terjadi masalah pada lingkungannya, ajarkan mereka untuk keluar dari rasa takutnya dengan fokus pada hal-hal positif dari peristiwa yag mereka takuti.

Si penghindar

Si penghindar tidak menyukai perbincangan yang hanya akan menyudutkannya. Mereka akan menghindar dengan berbagai alasan hanya agar tidak terkena masalah.

Misalnya berbohong agar tidak terkena hukuman. Meskipun hal ini adalah hal yang normal, tentu saja kita mengaharapkan mereka mampu untu bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

Perhatikan cara kita mengasuh mereka, apakah kita bergantung pada hukuman fisik atau berteriak dalam memberitahu mereka? Jika sang anak benar takut dengan kita, maka akan semakin sulit bagi mereka untuk mengatasi kebohongan ini.

Namun jika kita menggunakan metode disiplin, maka kita dapat mengajarkan anak bahwa mereka mampu untuk mengatasi konsekuensi dari perilaku mereka.

Nah, semoga dengan memahami alasan mengapa mereka berbohong akan membantu kita dalam mengatasinya bersama-sama.

Dan setelah mereka berhasil untuk mengatasi masalah mereka sendiri, ajarkan apa saja konsekuensi dari kebiasaan anak suka berbohong di masa depannya kelak.

 

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Rumoh Aceh, Rumah Adat Aceh yang Kental akan Filosofinya
Previous
Rumoh Aceh, Rumah Adat Aceh yang Kental akan Filosofinya
Pasir Hitam di Pantai di Lumajang yang Buat Penasaran
Next
Pasir Hitam di Pantai di Lumajang yang Buat Penasaran
Related Articles
Back to
top