x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Lakukan Ini Ketika Anak dipukul Temannya


 anak-dipukul-temannya

(Source: Google)

Sebagai orang tua pastinya kita ingin anak – anak kita untuk selalu terlindungi dan tidak disakiti oleh orang lain.

Namun kejadian tidak mengenakan terkadang diluar kendali kita, seperti anak terjatuh, anak diganggu temannya hingga menangis, atau dipukul teman.

Saat anak dipukul temannya sendiri, umumnya ada 2 pilihan yang biasa diambil orang tua dalam menyelesaikan masalah ini.

Mengajarkan anak untuk membalas pukulan teman yang berarti kita sedang mengajarkan anak kita tidak apa – apa melakukan kekerasan untuk menyelesaikan masalah atau diam saja yang secara tidak langsung kita mengajari anak kita untuk membenarkan perilaku yang keliru.

Namun, benarkah ke dua hal ini efektif untuk menyelesaikan masalah ketika anak dipukul temannya? Tentu sebenarnya kita memiliki pilihan lain yang lebih tepat saat anak dipukul teman. Mari temukan langkah tepatnya di bawah ini.

Menyikapi Anak dipukul Temannya

cara-menghadapi-anak-dipukul-temannya

(Source: Freepik)

Sebelum kita mengambil langkah untuk menenangkan anak, ada baiknya kita perhatikan perasaan kita terlebih dahulu.

Pastinya saat melihat atau mengetahui anak disakiti ada perasaan marah dan kesal. Terimalah perasaan tersebut dan tenangkan diri kita sebelum memulai pembicaraa kepada anak karena anak sangat responsive terhadap perasaan yang kita rasakan.


Baca Juga:


Akan lebih baik ketika kita juga tenang pada saat menenangkan anak. Setelah tenang, lakukanlah 5 langkah ini dalam menyikapi anak dipukul temannya:

1. Bawa Anak ke Tempat yang Lebih Sepi

Apabila kita berada di tempat kejadian, bawalah anak ke tempat lebih sepi untuk menenangkan diri anak. Biarkan anak menangis untuk melepaskan perasaannya.

2. Latih Anak Menerima Perasaannya

Dorong anak untuk bercerita lebih dulu dengan bertanya, “Apa yang terjadi, nak?”. Usahakan tidak memotong cerita anak, dengarkan dengan tenang agar anak juga bisa lebih tenang.

Setelah anak menjelaskan apa yang ia rasakan, dorong anak untuk menerima perasaannya. Tanyakan padanya, “Apa yang kamu rasa saat dipukul?”.

Jika anak masih terlalu kecil, kita bisa membantunya untuk mendeskripsikan perasaannya, “Oh adik marah ya karena tadi dipukul temen? Kesel ya temennya pukul – pukul?”

Setelah menemukan perasaan yang tepat, latih anak untuk menerima perasaannya. Bahwa tidak apa – apa merasa marah, kesal, karena itulah yang menjadikan kita manusia.

3. Tanyalah Apa yang Bisa Membuatnya Lebih Baik?

Memberikan pertanyaan di atas berarti kita sedang mengajari anak bahwa dia berhak didengar oleh orang lain. Bahwa suaranya juga penting.

Pada momen ini, orang tua juga bisa mendorong anak menemukan solusi untuk masalah ini. Apa yang sebaiknya akan anak lakukan ketika terjadi hal seperti ini lagi. Dengan begitu anak akan tau apa yang harus ia lakukan nanti ketika ada anak yang memukulnya lagi.

4. Latih Anak Bilang “Tidak”

Dorong anak untuk mengutarakan perasaannya kepada orang lain. Sarankan anak untuk bilang kepada temannya kalau ia tidak suka dipukul, namun jangan memaksanya untuk melakukan hal ini. Lakukanlah ketika anak benar – benar ingin melakukannya.

5. Jelaskan Tidak Ada Anak Jahat

Menurut penelitian, anak memiliki sifat yang baik dari lahir. Mereka tau bahwa menyakiti orang lain itu tidak boleh. Saat anak memukul orang lain, pahami bahwa pada saat itu anak tidak mengerti apa yang harus dia lakukan sementara dirinya sangat frustrasi.

Jadi ketika anak lain menyakiti anak kita, pahami bahwa mereka tidak benar – benar memiliki intensitas untuk menyakiti anak kita. Ia hanya ingin mencoba mengutarakan apa yang ia rasakan.

Nilai inilah yang perlu ditanamkan kepada anak. Sehingga anak tumbuh memiliki rasa empati kepada orang lain ketimbang rasa menyalahkan orang lain.

Meskipun untuk menyikapi anak dipukul temannya lebih panjang dari 2 poin sebelumnya, namun cara di atas dirasa lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh.

Widya Manoch



Buat Tulisan
6 Desain Kamar Mandi Modern Hadirkan Kenyamanan
Previous
6 Desain Kamar Mandi Modern Hadirkan Kenyamanan
Ini Dia Cara Ajarkan Anak Minta Maaf dari Hati
Next
Ini Dia Cara Ajarkan Anak Minta Maaf dari Hati
Related Articles
Back to
top