x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

8 Hikmah Amalan Buka Puasa yang Masih Sering Dilewatkan


amalan-buka-puasa

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Saat-saat menjelang berbuka puasa tentunya banyak dinanti, khususnya selama bulan Ramadhan. Tapi masih banyak di antara kita yang sibuk menghabiskan waktu untuk persiapan makanan berbuka saja atau aktivitas lainnya yang sebenarnya kurang bermanfaat.

Jangankan untuk persiapan ibadah, berdo’a saja masih sering dilupakan. Padahal sesungguhnya terdapat berbagai amalan buka puasa yang dapat menambah pahal sekaligus mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Lantas, bagaimana caranya untuk membuat waktu ‘ngabuburit’ dan buka puasa kita lebih bermakna?

Amalan Buka Puasa Ini Bawa Banyak Berkah

Sejatinya Allah menjanjikan dua kebahagiaan yang akan diperoleh orang yang berbuka puasa, yakni kebahagiaan ketika berbuka puasa serta kebahagiaan di kala mereka bertemu dengan Rabb-Nya kelak.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

“Orang yang berbuka puasa memiliki dua kebahagiaan yang dapat ia rasakan, yakni kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia berjumpa dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya,” (H.R. Muslim).

Tak hanya di situ saja, Allah yang Maha Baik juga membuka kesempatan luas bagi kita menambah pahala saat berbuka puasa. Berikut beberapa di antara amalan buka puasa penambah berkah.

  • Menyegerakan berbuka puasa

Hal ini bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya, ya. Maksudnya adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan adzan Maghrib dikumandangkan, maka segeralah berbuka.

Tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib, Rasulullah SAW bersabda,

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098).

Kebiasaan rasul pun berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu sampai shalat Maghrib selesai dikerjakan.

amalan-buka-puasa

  • Berbuka dengan buah kurma atau seteguk air

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena memang nikmat.

Namun, biasanya kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah tamr (kurma kering).

Bila memang tidak ada kedua kurma tersebut, kita bisa beralih ke jenis makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Bila memang tidak ada juga, maka berbukalah dengan seteguk air.

  • Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’

Hal yang selalu dituntun Islam adalah kegiatan makan kita menjadi berkah, yaitu menuai kebaikan yang banyak.

Dari Wahsyi bin Harb, bahwa para sahabat Nabi SAW berkata,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Lalu Beliau berkata, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri,” Mereka pun menjawab, “Ya benar,” Beliau bersabda lagi, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya,” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan).

doa-berbuka

  • Memohon kepada Allah ketika berbuka

Sesungguhnya berbuka adalah waktu mustajabnya do’a. Sebaiknya seorang muslim tidaklah melewatkannya.

Manfaatkan momen ini untuk berdo’a kepada Allah untuk apapun urusan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak, yaitu satu, pemimpin yang adil, dua, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, tiga, do’a orang yang terzhalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih).

Waktu berbuka adalah waktu terkabulnya do’a sebab orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

puasa

  • Memberi makan berbuka

Bagi kita yang diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkanlah waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma.

Misalnya saja dengan memberi makan berbuka karena pahalanya amat besar, lho. Hal ini juga ada dalam sabda Rasulullah,

“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih).

Tentunya hati juga akan terasa hangat, bukan, bila bisa memberikan bagi orang lain yang membutuhkan?

  • Berdo’a untuk orang yang memberi makanan berbuka

Pada saat ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah serupa ketika diberi makan berbuka.


Baca Juga:


Bila kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan serupa, maka do’akanlah ia.  Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi SAW bersabda,

“Barangsiapa memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

pahala-berbuka

  • Adab ketika berbuka puasa di rumah orang lain

Tersebutlah kisah Rasul ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

“Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat.” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih).

Makan dan minumlah sewajarnya serta menghormati pemilik rumah, dan janganlah lupa untuk berterimakasih.

  • Berdoa sesudah makan

Tidak ada pembuka yang tidak dilengkapi penutup, di antara do’a shahih yang dapat diamalkan dan punya keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits dari Mu’adz bin Anas, Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang makan makanan lalu mengucapkan, ‘Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin’ (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, serta memberiku rizki tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan).

menu-berbuka

Amalan Buka Puasa Meraih Kebahagiaan Hakiki

Mungkin sering kita sadari, bahwa orang yang berpuasa akan merasakan bahagia saat ia menyelesaikan ibadah puasa karena kepuasaan batin yang dirasakan saat ia dapat melaksanakan ibadah kepada Allah seraya mengharap pahala dari-Nya.

Kebahagiaan itulah merupakan tanda keimanan yang tertanam kuat dalam hati, kesadaran atas kebutuhan akan ketaatan yang dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT. Inilah hakikat kebahagian orang yang beriman.

Adapun kebahagiaan yang dikarenakan keutamaan dan rahmat Allah termasuk kebahagian yang terpuji, bahkan diperintahkan. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Katakanlah: ‘Dengan keutamaan Allah dan rahmat-Nya,’ hendaklah dengan itu mereka bergembira. Keutamaan Allah dan rahmat-Nya tersebut lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus (10): 58).

Makna utamanya adalah bahagia karena pelajaran dari Allah, tidak terkecuali perintah dan larangan Allah yang sarat hikmah dan kebaikan.

Bahagia sebagai proses penyembuh sekaligus pencegah penyakit hati berupa kegelapan dan kesesatan.

Bahagia karena Rasul-Nya, karena Al-Quran, karena sunnah, ilmu serta amal shaleh. Salah satunya adalah dengan ajaran berpuasa, serta menjalankan amalan buka puasa yang pernah dicontohkan sendiri oleh Rasulullah SAW.

Itulah sekilas catatan soal amalan buka puasa dan berkah kebahagiaan yang bisa didapatkan. Semoga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Aaamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Ingin Tetap Traveling Saat Puasa? Siapkan Dulu 6 Hal Penting Ini!
Previous
Ingin Tetap Traveling Saat Puasa? Siapkan Dulu 6 Hal Penting Ini!
Tips Mudik dengan Mobil Pribadi yang Penting Dilakukan
Next
Tips Mudik dengan Mobil Pribadi yang Penting Dilakukan
Related Articles
Back to
top