x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Mengenal sosok Ali Bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah yang Terkasih


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ali Bin Abi Thalib merupakan khalifah pertama dari kalangan Bani Hasyim. Ayahnya adalah Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf, dan ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdu Manaf.

Ali Bin Abi Thalib lahir di dalam ka’bah 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah/599 Masehi. Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan tersendiri bagi nabi Muhammad, karena dia tidak punya anak laki-laki.

Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi nabi Muhammad bersama istrinya Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat.

Saat usianya memasuki remaja setelah wahyu diturunkan, Ali banyak belajar langsung dari nabi Muhammad karena sebagai anak asuh.

Dia berkesempatan untuk selalu dekat dengan nabi, dan hal ini berkelanjutan hingga dia menjadi menantu nabi. Didikan nabi Muhammad itu yang membuat dia menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani serta bijak.

Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah

Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang ingin menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur untuk menampakkan kesan Nabi yang tidur, sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka baru mengetahui bahwa Ali lah yang tidur.

Dan mereka pun sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.

Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya Fatimah az-Zahra. Nabi memilih Ali sebagai orang yang paling tepat dalam banyak hal.

Seperti Nasab keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim) yang lebih dulu mempercayai ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), dan yang selalu belajar di bawah Nabi dan banyak hal lainnya.


Baca juga:


Sebagai khalifah

Peristiwa pembunuhan Khalifah 'Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara.

Pemberontak yang saat itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, saat itu pun Ali sudah berusaha menolak, namun Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksnya, sehingga Ali menerima bai'at mereka.

Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai'at secara massal, karena setiap khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.

Ali memerintah Sebagai Khalifah ke-4 selama sekitar 5 tahun. Pada masa pemerintahannya, ia mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya yaitu Utsman bin Affan.

Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim pun terjadi saat masa pemerintahannya, yaitu Pertempuran Basra.

20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu'minin Aisyah binti Abu Bakar, Istri Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.

Konflik berkepanjangan ini terjadi hingga akhir pemerintahannya. Pertempuran Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.

Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya.

Sungguh sangat banyak sekali hikmah yang dapat kita pertik dari cerita singkat perkenalan sosok Alin bin Abi Thalib ini. Semoga kelak kita dapat menjadi seseorang yang memiliki sifat dan sikap seperti  Beliau. Aamiin..

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Rekomendasi Kuliner Halal Khas Brunei Darussalam
Previous
Rekomendasi Kuliner Halal Khas Brunei Darussalam
4 Trik Desain Kamar Kost Nyaman dengan Biaya Murah
Next
4 Trik Desain Kamar Kost Nyaman dengan Biaya Murah
Related Articles
Back to
top