x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Kulit Bayi Gatal Setelah Menyusui, Apakah Itu Tanda Alergi ASI?


Alergi-asi

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sumber nutrisi paling utama bagi bayi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya adalah ASI. Terlebih, ASI akan terus menjadi makanan utamanya hingga ia pantas menerima asupan lain sebagai makanan pendamping ASI di usia 6 bulan.

Namun, terkadang beberapa bayi dapat mengalami ruam merah pada kulit, gumoh, hingga perut kembung sesaat setelah meminum ASI.

Gejala tersebut tentunya hampir mirip dengan gejala alergi susu sapi. Lantas, apa benar si kecil dapat mengalami alergi ASI ini?

Apa Benar Bayi dapat Mengalami Alergi ASI?

Sebenarnya, tidak perlu khawatir ASI yang kita berikan dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Hal ini karena, kemungkinan kecil bayi mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi ASI.

Bayi dapat mengalami reaksi alergi akibat makanan atau minuman yang telah dikonsumsi ibunya. Hal ini kemungkinan terjadi karena asupan ibu yang banyak mengandung protein susu, seperti  olahan susu, keju, yoghurt, butter dan lainnya.

Protein susu inilah yang dapat menimbulkan reaksi alergi susu sapi pada bayi yang mengonsumsi susu ASI.

Umumnya, protein dalam susu sapi dan produk berbahan dasar susu lainnya dapat menjadi penyebab alergi pada bayi.

Dalam alergi ini dapat ditemukan beberapa gejala seperti diare, perut kembung, dan ruam di sekitar mulut hingga bagian kulit lainnya.

Bukan hanya pada susu saja sebenarnya yang dapat menimbulkan reaksi alergi ini. Makanan seperti ikan, udang, dan kacang-kacangan juga dapat menjadi penyebab bayi mengalami alergi terhadap kandungan ASI ini.

Setelah 2 hingga 6 jam makanan di cerna, ASI akan ikut berpengaruh dan hal inilah yang dapat menyebabkan reaksi dari alergi tersebut.

Namun hal ini tidak akan menjadi masalah jika ibu tidak mempunyai riwayat alergi makanan yang serius.

Lebih baik lagi jika kita mengamati setiap perubahan yang mungkin dialami bayi setelah menyusui dan memperhatiakan asupan yang kita makan sehari-hari.

Apa Makanan yang Wajib Dihindari Ibu Menyusui?

Jika kita menemukan gejala alergi pada bayi selama menyusu ASI, jangan langsung hentikan pemberian ASI untuknya.


Baca Juga:


Tidak disarankan pula untuk mengganti ASI dengan susu formula, kaena hanya akan mengurangi asupan gizi yang diterimanya.

Ada baiknya kita lebih teliti dan menghindari makanan yang dapat memicu alergi pada anak ketika kita sedang dalam masa menyusui.

Berikut ini beberapa makanan yang wajib dihindari saat sedang masa menyusui:

  • Minuman berkafein. Jenis minuman seperti kopi, teh, dan cokelat. Sebaiknya batasi mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan tidak lebih dari 2 gelas dalam sehari. Hal ini karena, kafein yang ada dalam ASI kemungkinan dapat mengganggu tidur bayi.
  • Alkohol. Kandungan ini sangat tidak baik berada dalam ASI, karena dapat berdampak pada perkembangan saraf serta otak bayi.

    Pastikan kita menghindari mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Jika kita mengonsumsi alkohol, sebaiknya jangan pernah memberikan ASI kepada bayinya hingga kadar alkohol dalam tubuh dan ASI benar-benar hilang.

    Harus kita ingat, dengan memompa ASI keluar pun tidak membantu kadar alkohol dalam ASI hilang dengan cepat.
  • Ikan bermerkuri tinggi. Ikan atau seafood seharusnya dapat menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh.

    Namun, terdapat beberapa seafood yang mengandung merkuri dan tidak baik bagi tubuh. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi ini di antaranya adalah ikan makerel raja, ikan todak, dan tilefish. Sebenarnya, ikan tuna juga memiliki kandungan merkuri.

    Tetapi kandungannya tidak begitu tinggi, meskipun begitu sebaiknya batasi konsumsi ikan tuna dan tidak lebih dari 2 kali per minggu.

    Harus diingat, kandungan merkuri tinggi dalam ikan dapat mengontaminasi ASI dan berisiko buruk pada perkembangan otak bayi.

Jadi, reaksi alergi ASI yang dialami bayi bukanlah semata-mata hanya karena tidak cocok mengonsumsi ASI-nya, melainkan dari sumber makanan ibu yang sedang menyusui. Setelah ini, selalu perhatikan apapun yang akan kita konsumsi ya Sobat!

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Dampak Negatif Minuman Berenergi Jika Diminum Secara Berlebihan
Previous
Dampak Negatif Minuman Berenergi Jika Diminum Secara Berlebihan
Begini Tips Mudah Mengatasi Anak Tidak Suka sarapan
Next
Begini Tips Mudah Mengatasi Anak Tidak Suka sarapan
Related Articles
Back to
top