x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

5 Hal yang Menjadi Alasan Bayi Menangis, Bukan Hanya Lapar!


Alasan-bayi-menangis

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bayi menangis merupakan sesuatu yang normal, Moslem Fellas. Bayi belum dapat berbicara, sehingga cara berkomunikasinya adalah dengan menangis.

Bahkan ketika anak-anak mulai bisa berbicara secara verbal, alasan seorang anak menangis bisa jadi tidak rasional, lho.

Alasan bayi menangis pun beragam, sehingga penting bagi orangtua untuk memahami hal mendasar tersebut lebih dulu,

Alasan Bayi Menangis, Apa Saja?

Penting untuk diketahui, menurut Journal of Research and Personality, menangis adalah aktivitas yang sehat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menangis akan membantu orang merasa lebih baik, Moslem Fellas.

Katie Young dari University of Oxford, melakukan penelitian bagaimana otak memproses tangisan bayi, ia mengungkapkan bahwa suara tangisan bayi menangkap perhatian orang lain dengan cara yang biasanya dilakukan oleh beberapa suara lain di lingkungan.

Meski begitu, tetap saja seorang ibu harus membuat bayi tidak menangis terlalu lama. Apa saja yang menjadi alasan bayi menangis, ya?

1. Merasa lelah atau mengantuk

Lelah menjadi alasan bayi yang menangis paling sering ditemukan. Biasanya, bayi merasa kelelahan karena kekurangan tidur.

Selain itu, aktivitas berlebihan juga akan membuat bayi terlalu lelah, dan hal ini akan membuat bayi lebih rentan cranky, marah berlebih, dan tidak bisa didiamkan.

Cegah kelelahan pada bayi dengan cara menjaga pola tidur siang dan malamnya secara rutin. Perhatikan juga tanda-tanda kelelahan pada bayi, seperti mata yang sayu, sampai menguap berkali-kali.

2. Dalam kondisi lapar

Bayi yang lelah bermain cenderung akan merasa kelaparan setelahnya.

Tapi biasanya jika bayi menginginkan camilan atau terlalu asyik bermain, akan sulit baginya mengatakan jika dia lapar, lho.


Baca Juga:


Konsentrasinya berain akan memecah keinginannya makan, dan untuk mengungkapkan rasa laparnya, anak akan menangis.

Biasanya, anak akan merasa lapar saat baru bangun tidur siang atau jika sudah tiga sampai empat jam sejak dia terakhir makan dan belum mendapatkan camilan lagi.

Berbagai-alasan-bayi-menangis

3. Merasa stres

Jangan salah, ya, bayi juga bisa merasakan stres. Jika terlalu berlebihan, tentu bayi akan menangis dan rewel.

Banyak faktor yang bisa membuat si buah hati menjadi stres, seperti terlalu banyak stimulus yang dia dapatkan dalam satu waktu atau lingkungan yang membuatnya tidak nyaman.

4. Mencari Perhatian

Menangis bisa juga merupakan salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Terkadang bayi terlihat bahagia, tapi tiba-tiba ia menangis.

Nah, ini dikarenakan anak sedang mencari perhatian, lho.

Saat menghadapi situasi seperti ini, orangtua perlu mengajak anak berbicara, melakukan kontak mata dan berusaha menenangkannya.

Jangan lupa untuk sering bermain bersama sebagai ungkapan bahwa kamu memperhatikannya.

5. Menginginkan Sesuatu

Bayi belum bisa mengerti perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, maka untuk menyatakan bahwa mereka membutuhkan sesuatu, mereka akan menyampaikannya dengan cara menangis.

Ketika berada dalam situasi ini, orangtua bisa mencoba memahami keinginannya dengan mendekat kepada subjek yang ditunjuk oleh bayi.

Jika benar, biasanya tangisan bayi akan mereda dengan sendirinya, Moslem Fellas. Jika belum, biasanya bayi akan terus menerus menunjukkan perasaan kecewanya dengan menangis.

Ternyata alasan bayi menangis beragam ya, Moslem Fellas. Coba pelajari perbedaannya agar kamu dapat membuat waktu menangis sang buah hati tidak terlalu lama.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Ini Hukum Bagi yang Lupa Shalat dan Cara Mencegahnya
Previous
Ini Hukum Bagi yang Lupa Shalat dan Cara Mencegahnya
Pintu-pintu Surga dan Amalan untuk Memasukinya
Next
Pintu-pintu Surga dan Amalan untuk Memasukinya
Related Articles
Back to
top