x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Ini Dia Cara Ajarkan Anak Minta Maaf dari Hati


ajarkan-anak-minta-maaf

(Source: Google)

Minta maaf adalah satu dari tiga kata ajaib yang perlu diajarkan kepada anak. Itulah mengapa mengajarkan anak meminta maaf sejak dini adalah hal yang penting agar kelak ia terbiasa bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan

Biasanya cara yang paling sering dilakukan adalah meminta anak secara lansung untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Tidak jarang juga anak dipaksa untuk meminta maaf, apalagi ketika anak melakukan kesalahan ke orang lain. Terkadang perasaan yang tidak enak kepada orang lain dan perasaan takut orang lain merasa kita tidak bisa mendidik anak dengan baik membuat kita menjadi egois dengan memaksakan keinginan kita kepada anak.

Sebenarnya ada cara lain untuk ajarkan anak minta maaf. Cara yang lebih lembut tanpa paksaan ke anak dan yang paling penting bisa mengajarkan anak minta maaf dengan tulus.

Cara Ajarkan Anak Minta Maaf yang Tepat

cara-ajarkan-anak-minta-maaf

(Source: Google)

 

Ketika kita memaksa anak untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak benar-benar ia ingin lakukan, seperti meminta maaf, kita sedang mengajarkan mereka untuk berbohong.

Meminta anak meminta maaf saat mereka belum ingin mengutarakannya akan membuat minta maaf sebagai “tiket” untuk lepas dari tanggung jawab mereka.


Baca Juga:


Anak akan menilai, ketika dia berbuat kesalahan masalah akan segera beres sesaat setelah mereka meminta maaf tanpa harus bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka perbuat.

Cara yang tepat untuk ajarkan anak minta maaf adalah dengan cara mendorong anak untuk meminta maaf bukan menyuruhnya apalagi memaksa.

Saat anak melakukan kesalahan, ajaklah anak berdiskusi. Jika perlu, ajak anak ke tempat sepi apabila anak melakukan hal yang tidak diinginkan di tempat ramai, seperti memukul teman, membuat temannya menangis, atau tidak sengaja menumpahkan minum orang lain.

Diskusilah dengan anak, tanyakan apa yang terjadi dengannya.

Disarankan untuk tidak bertanya “ kenapa” kepada anak, apabila anak masih kecil atau belum mengartikan emosi yang ia rasakan karena anak akan semakin bingung. Bantulah anak menjabarkan apa yang ia rasakan.

Setelah itu tanyakan, “Kira-kira kalo adik dipukul sedih ga?” agar anak bisa belajar mengerti perasaan orang lain. Kemudian kita bisa tanyakan, kira-kira apa yang bisa membuat temannya merasa lebih baik biar tidak sedih lagi.

Jika anak menjawab meminta maaf, lalu biarkan anak meminta maaf.

Namun, jika anak tidak ingin meminta maaf, lagi, jangan paksa anak untuk melakukannya. Orang tua bisa mewakili meminta maaf kepada anak tersebut atau orang tuanya.

Setidaknya anak akan belajar bahwa permintaan maaf adalah lebih dari “tiket” untuk bebas dari tanggung jawab. Meminta maaf berarti benar – benar menyesali secara sungguh – sungguh.

Ketika anak membuat kesalahan, kelak anak akan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.

Itulah langkah ajarkan anak minta maaf. Mungkin cara tersebut kita akan merasa tidak enak kepada orang lain karena anak tidak meminta maaf secara langsung. Takut akan pandangan orang lain kepada kita. Namun percayalah kita tidak butuh pendapat orang lain untuk menjadikan kita sebaik-baiknya orang tua.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Lakukan Ini Ketika Anak dipukul Temannya
Previous
Lakukan Ini Ketika Anak dipukul Temannya
Anger management, Mengatasi Masalah Tanpa Marah
Next
Anger management, Mengatasi Masalah Tanpa Marah
Related Articles
Back to
top