x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

5 Adab Mencium Hajar Aswad, Penting Diketahui


Adab-Mencium-Hajar-Aswad

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mencium Hajar Aswad yang berada di Kakbah memang banyak diinginkan oleh umat Islam yang beribadah ke Tanah Suci, namun hukumnya hanyalah sebatas sunnah.

Sebagai umat Islam, tentu kita juga harus mengetahui mengenai adab mencium Hajar Aswad yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam.

Begini Adab Mencium Hajar Aswad

Dalam fiqih, mencium Hajar Aswad disebut juga dengan istilam.

Sedangkan secara terminologi, istilam sendiri diartikan sebagai bentuk ibadah yang diajarkan saat sedang melakukan ibadah haji yang dilakukan dengan cara mencium Hajar Aswad.

Oleh sebab itu, agar ibadah ini tidak disalah artikan, perlu diketahui mengenai adab saat melakukan sunnah mencium Hajar Aswad, yaitu:

1. Berkeyakinan Hajar Aswad tidak bisa memberikan manfaat dan madharat serta tidak memiliki kekuatan tertentu

Hajar Aswad ialah batu yang dicium saat umat Islam saat melakukan ibadah di Tanah Suci karena mencontoh sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Umar bin Khattab pernah berkata,

Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

2. Tidak menzalimi orang lain ketika mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah, sedangkan untuk tidak menzalimi saudaranya sesama umat Islam hukumnya ialah wajib.

Sayangnya, masih ada beberapa orang yang ingin mencium Hajar Aswad namun berdesak-desakan hingga sampai mendorong dan menyakiti orang lain disekitarnya.

Jika memang kondisi tidak memungkinkan, tidak perlu memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad

Kamu bisa mencari waktu yang lebih luang, lapang dan memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad agar tidak berdesak-desakan hingga menyakiti orang lain.

Ingatlah bahwa niat datang ke Tanah Suci ialah untuk beribadah di sisi Ka’bah, bukan malah mencari dosa. Apalagi hingga menyakiti sesama saudara.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kedzaliman adalah kegelepan pada hari kiamat (Muttafaq ‘alaih).

Apa-saja-Adab-Mencium-Hajar-Aswad-yang-penting-diketahui

3. Jangan memotong lurus aliran thawaf, tetapi ikuti aliran thawaf perlahan-lahan mendekati Hajar Aswad

Perlu kamu perhatikan, jangan sampai gerakan yang kamu lakukan akan mengganggu orang yang sedang thawaf, apalagi hingga memotong aliran thawaf mereka.


Baca Juga:


Jangan sampai juga kamu membuat orang yang sedang thawaf tidak khusyu’ dalam melakukan ibadah.

Thawaf di Ka’bah seperti shalat, namun Allah masih membolehkan berbicara saat itu. Barangsiapa yang berbicara ketika thawaf, maka janganlah ia berkata selain berkata yang benar.” (HR. Ad Darimi no. 1847 dan Ibnu Hibban no. 3836).

4. Jika dapat mencium Hajar Aswad, jangan teralu lama karena ada banyak orang yang menanti di belakang

Jika terlalu lama mencium Hajar Aswad, dikhawatirkan kamu akan dimarahi oleh petugas (asykar).

Kamu harus memperhatikan saudara yang lainnya, karena yang kamu inginkan itu juga diinginkan oleh sesama umat Islam di belakang kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari).

5. Jika sudah berhasil mencium Hajar Aswad, hendaknya jangan mengumbar dan menceritakan ke banyak orang karena ini ibadah, jangan sampai riya

Usahakanlah untuk tidak mengubar-umbar dengan menyembunyikan amal kebaikan kita. Jangan sampai kita malah bersikap riya dengan ibadah yang kita lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amalnya.” (HR. Muslim).

Semoga amal ibadah yang kita lakukan selalu mendatangkan kebaikan untuk diri kita dan diberkahi oleh Allah SWT. Salah satunya ialah dengan melakukan sunnah untuk mencium dan menjalankan adab mencium Hajar Aswad.



Buat Tulisan
Waspada 5 Gejala Penyakit Gula Ini Sering Tidak Disadari
Previous
Waspada 5 Gejala Penyakit Gula Ini Sering Tidak Disadari
Manfat Masker Putih Telur untuk Wajah dan Cara Menggunakannya
Next
Manfat Masker Putih Telur untuk Wajah dan Cara Menggunakannya
Related Articles
Back to
top