x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Meneladani Adab Berbicara dalam Islam

Adab-berbicara

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Komunikasi merupakan hal yang tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti memiliki cara berkomunikasinya masing-masing, tapi kamu tetap harus memerhatikan adab berbicara agar tidak terjadi perselisihan.

Tidak jarang perkataan seseorang yang sedang dalam keadaan emosi bisa menyakiti hati orang lain. Secara tidak sadar mulut bisa berkata kasar ketika dalam keadaan emosi.

Allah sangat membenci perilaku seseorang yang berkata kasar, Allah juga melarang umat muslim untuk menyakiti hati orang lain terutama dengan kata-kata yang bisa memicu permusuhan dan pertengkaran.

Terlebih di zaman sekarang ini orang-orang dapat dengan mudah mengungkapkan perkataan kasarnya dan membicarakan orang lain melalui media online.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda yang diriwayatkan dalam Sunnah Al Imam Tirmidzi:

Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.” (HR. At Tirmidzi nomor 2002, hadīts ini hasan shahīh, lafazh ini milik At Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahadits Ash Shahihah No 876).

Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menghubungkan antara akhlaq yang mulia dengan lisan yang kotor. Dikaitkan bahwa seseorang yang memiliki lisan yang kotor berarti ia tidak memiliki akhlaq yang mulia.

Moslem-lifestyle-adab-berbicara

Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk dapat menjaga lisan kita, karena sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang berkata kasar.


Baca Juga:


Sebagai kaum Muslimin yang diajarkan dengan aturan agama Islam yang benar dan lurus, diperintahkan untuk rahmatan lil’alamin (menebar kasih saying terhadap sesama) dan akhlaqul karimah (mengutamakan akhlak yang mulia).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menjelaskan, bahwa sebagai orang yang beriman dilarang mengeluarkan perkataan dan bertingkah laku yang buruk atau lebih baik diam.

Allah SWT telah memberikan ancaman untuk mereka yang suka mencela dengan perkataan yang kotor dalam potongan Surat Al Humazah berikut:

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. (QS. Al Humazah: 1)

Ayat di atas sebagai ancaman untuk orang yang suka mencela perbuatan orang lain dengan perkataan yang buruk dan kotor.

Hamaz ialah mencela dan mengeluarkan umpatan kepada orang lain dengan perbuatan dan isyarat. Lamaz adalah perbuatan mencela orang lain dengan ucapan.

Umat Muslimin yang baik ialah tidak berkata kasar, kotor, melaknat, menyumpahi dengan hal-hal buruk, mencela, menyakiti hati orang lain dan berbagai perlakuan buruk lainnya.

Sebagai Umat Muslimin yang baik ialah berbicara sopan, santun, ramah, tidak menyakiti hati orang lain dan memberikan komentar dengan perkataan yang baik.

Oleh sebab itu, jangan sampai menjadi orang yang suka berkata kasar, menyindir orang lain dan memfitnah atau menjatuhkan orang lain.

Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk selalu menjadi Muslim yang lebih baik lagi, menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhi segala larangannya.



Buat Tulisan
Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Gigi Ini Wajib Kita Ketahui!
Previous
Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Gigi Ini Wajib Kita Ketahui!
Tetap Lezat, Begini Cara Mengolah Kentang yang Sehat Tanpa Digoreng
Next
Tetap Lezat, Begini Cara Mengolah Kentang yang Sehat Tanpa Digoreng
Related Articles
Back to
top