x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

5 Hal Ini dapat Menghambat Datangnya Rezeki


Sebenarnya setiap rezeki manusia sudah ditetapkan dan dibagi sejak pertama kali roh ditiupkan dalam kandungan ibu. Namun bukan berarti hal ini tidak dapat dirubah dan kita hanya pasrah saja menunggu datangnya rezeki. Karena sebeneranya rezeki adalah hak yang hak yang harus kita ambil dengan salah satu cara menjemputnya dengan berusaha.

Tetapi terkadang beberapa dari kita masih merasa kurang meskipun sudah berusaha dengan keras. Sobat moslem, ternyata ada beberapa hal yang dapat menghambat rezeki lho, kayak gini nih:

Tidak bertawakal kepada Allah. Seringkali disetiap rezeki kita mengalir, ada rasa bangga dalam diri yang membuat kita seolah-olah merasa bahwa ini semua adalah hasil dari kerja keras yang pantang menyerah yang ada dalam diri kita. Kita menjadi super hebat, hingga kita lupa bahwa semuanya itu tidak terlepas dari ikut sertanya Allah yang maha pemurah juga masa pengasih pada hambaNya.

Saat semua itu terjadi, bersiapalah karena itu adalah titik balik dari tanjakan kesuksesan yang telah kita bangun. Karena saat kita berpesta ria dan lupa kepadaNya, maka Allah menganggap kita tidak membutuhkanNya lagi. Pada saat itu juga Allah berpaling dari kita, dan apa yang terjadi ketika Allah menjauhkan kita dariNYA? Sungguhlah dunia ini terlalu keras untuk manusia..

Ada perbuatan maksiat dalam mencari nafkah. Seperti yang sudah kita ketahui, jaman sekarang mencari uang itu butuh usaha. Kadang kita berpikir yang bekerja tidak jujur saja susah mencari uang apalagi yang jujur. Karena itu terkadang terbesit harus melakukan apapun cara asal mendapatkan banyak uang dengan cara mudah. dan inilah yang membuat rezeki kita ditahan oleh Allah. Kalaupun dapat penghasilan yang banyak, pasti penghasilannya tidak berkah dan menjadikan kita manusia serakah.

Terlalu banyak melakukan dosa. Mungkin saja saat kaki melangkah, atau mulut berkata dengan tidak sengaja kita telah melakukan dosa. Karena manusia adalah makhluk yang paling dekat dengan dosa. Terlalu banyak dosa dan mengabaikannya akan membuat hati kita tertutup, dan menghalangi setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah. Penutup pintu rezeki adalah dosa yang terlampau banyak namun kita enggan bertaubat.

Sulit bersedekah. Bagaimana bisa sebuah kantong diisi lebih, jika sebagiannya tidak kita keluarkan. Begitulah sedekah, semakin banyak yang kita keluarkan maka akan semakin banyak ruang untuk Allah mengisinya kembali. Sobat moslem, ada banyak keutamaan dalam bersedekah dengan hati yang ikhlas, seperti:

  1. menjadi sebab Allah membuka pintu rezeki. karena saat kita memberi, Allah mengganti. Dan saat kita berhasil meyakini diri bahwa Kita tidak akan kekurangan karena bersedekah, maka Allah akan melimpahkan lebih banyak dari apa yang kita beri.
  2. memupuk kebaikan. Saat kita memberi berarti kita mengajarkan kebaikan yang akan menghasilkan sebuah kebaikan pula. Sudah menjadi janji Allah setiap kita bersedekah dengan ikhlas, maka Allah akan melimpah ruahkan gantinya untuk kita.

Sering melupakan Allah dalam bekerja. Dalam bekerja, seringkali kita lebih takut jika dipanggil atasan ketimbang panggilan Allah. Meremehkan sholat dan tetap mengerjaan pekerjaan yang kita selalu anggap tidak bisa ditinggalkan. Padahal, dari mana mata pencaharian tersebut jika bukan dari Allah? Sering nih terjadi, mungkin juga pada diri sendiri. Udah kerja keras banting tulang tapi kenapa rasanya selalu kurang atau hasil tidak sepadan. Coba koreksi diri lagi deh..

Jangan lupa, sama apa yang tertulis di Al-qur’an: “Ingatlah Aku, Maka Aku akan Mengingatmu”. Firman Allah tertulis jelas dalam Surat Al-Baqarah ayat 152..

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Untuk Kalian: Yang mau (sih) berhijab (tapi..)
Previous
Untuk Kalian: Yang mau (sih) berhijab (tapi..)
Mengubah Kufur menjadi Syukur. Jangan dibalik, ya!
Next
Mengubah Kufur menjadi Syukur. Jangan dibalik, ya!
Back to
top